Connect with us

Tangerang

Polisi Bubarkan Acara HUT Demokrat di Tangerang

Published

on

Foto Ilustrasi HUT Demokrat.

Petugas kepolisian membubarkan massa dari kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggeruduk acara peringatan HUT Demokrat ke-20 di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, Jumat (10/09/2021).

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya terpaksa membubarkan massa kubu AHY secara paksa lantaran telah melanggar kesepakatan yang dibuat.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Sebelumnya, kata Iman, kedua kubu baik dari AHY dan penggagas acara sepakat acara tetap berjalan dengan syarat tak ada atribut Partai Demokrat apapun yang ada dalam acara itu.

“Kita imbau, kita bubarkan, karena kedua belah pihak sebenarnya sudah sepakat. Kami sudah berkomunikasi juga dengan pihaknya Bu Iti (Octavia Jayabaya, ketua DPD Demokrat Banten), semua sepakat tidak menggunakan atribut,” kata Kapolres Tanggerang Selatan AKBP Iman, Jumat (10/09/2021).

Berdasarkan Pantauan, sekira pukul 19:00 WIB puluhan massa dari kubu AHY datang menggeruduk dan meminta acara peringatan HUT ke-20 Partai Demokrat bubar.

Sejumlah orang dalam rombongan itu pun sempat berteriak dengan memaksa agar acara dibubarkan.

Iman turut menyayangkan, aksi yang dilakukan dari kubu AHY tersebut.

Dia menyebut, mereka yang menggeruduk itu sebagian rombongan dari DPD Demokrat yang tadi siang sudah diminta bubar.

“Saya sendiri menyayangkan. Hanya saya mengajak, mari berdemokrasi yang lebih dewasa. Dalam berdemokrasi kita harus berdewasa, cerdas, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika,” ujarnya.

“Tadi sudah kita minta untuk dipulangkan. Mereka sudah mau pulang, hanya mungkin sebagian kecil nyebrang sendiri,” tambah Iman.

Sementara itu, pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan yang mengadakan acara mengaku, ada sejumlah atribut Partai Demokrat yang diturunkan oleh petugas sesuai perjanjian dari kedua belah pihak.

“Permintaan polisi supaya tidak terjadi kerumunan orang. Yang dicabut banner, jadi oleh polisi ya sudah diperbolehkan,” ucapnya.

Terkini, usai massa kubu AHY dibubarkan, acara peringatan HUT Demokrat ke-20 di hotel tersebut tetap berjalan. Sejumlah tamu undangan yang hadir, tengah menikmati hiburan musik.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tangerang

Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Capai 46 Jiwa

Published

on

By

Korban Jiwa Lapas Tangerang Bertambah Lagi – news.detik.com

Korban tewas kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang bertambah lagi. Sampai saat ini, total korban meninggal mencapai 46 jiwa.

“Betul (korban tewas 46),” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, Senin (13/9/2021).

Korban tewas ke-46 itu berinisial TY. Ia meninggal dunia pada pukul 21.21 WIB, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga:

  1. Mulai Besok! Ini Aturan Baru & Syarat Naik KRL
  2. Tips Lolos Kartu Prakerja Gelombang 20
  3. Taliban Larang Perempuan Afghanistan Berolahraga

Sebelumnya, per hari Minggu (12/9) siang, korban meninggal berjumlah 45 orang. Napi inisial H meninggal setelah mengalami luka bakar 63 persen.

“Tuan H usia 42 tahun dengan luas lukar bakar 63%. Semalam meninggal pukul 21.30 WIB. Meinggal dikarenakan trauma dan jalan nafas dan luka bakar grade 3,” terang Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tagerang, Hilwani, Minggu (12/9).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri hingga saat ini masih melanjutkan proses identifikasi jenazah korban kebakaran di Lapas Tangerang, Per hari Minggu (12,9) telah ada 10 jenazah yang mampu diidentifikasi oleh tim DVI.

“Sampai hari ini tanggal 12 September 2021, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 10 jenazah tinggal sisa 31 jenazah. Sekarang masih terus dikerjakan oleh tim DVI untuk bisa mengidentifikasi seluruhnya,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Minggu (12/9).

Berikut ini identitas sepuluh jenazah yang sudah teridentifikasi:

  1. Rudhi bin Ong Eng Cue, warga Perum Liga Mas Anoman No 03, RT 03/001, Kelurahan Karawaci, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
  2. Diyan Adi Priyana bin Kholil, warga di Jalan Cermai 1 No 15, RT 03/04, Suradita Cisauk, Tangerang Selatan.
  3. Kusnadi bin Rauf, warga di Jalan Budimulia No 39, RT 09/07, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
  4. Alfin bin Marsum, warga di Desa Bambu, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
  5. Bustanil Arifin bin Arwani, warga di Jalan Kimia Ujing, RT 006/001 No 8, Kelurahan Pengangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
  6. Mad Idris bin Adrismon, warga di Jalan Bambu Apus, RT 006/002, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
  7. Ferdian Perdana bin Sukriadi, warga di Jalan Pinang, RT 02/03, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
  8. Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas, warga di Jalan Jati Puli RT 011/07 Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
  9. Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani, warga di Rumah Makan Padang Siang Malam Jalan Kramat Pulo Dalam, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
  10. Pujiyono als Destro bin Mundori, warga di Citayem Kampung Utan RT 005/017 Kelurahan Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Continue Reading

Tangerang

Kemenkumham Segera Merenovasi Lapas Tangerang yang Terbakar

Published

on

By

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti (Source: Okezone.com)

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengungkapkan akan segera merenovasi Blok C Lapas Kelas 1 Tangerang, Provinsi Banten pada Rabu (8/9/2021). Hal ini seiring dengan proses penanganan pasca kebakaran selesai dilakukan.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Rika Aprianti menegaskan bahwa Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly telah membentuk tim pemulihan fisik dan penanganan napi yang luka serta meninggal. Selain itu, proses renovasi juga akan segara dilakukan.

Renovasi Lapas Kelas 1 Tangerang akan dilakukan dengan kondisi yang saat ini sudah kelebihan kapasitas. Karena idealnya lapas diisi maksimal 600 orang.

Baca Juga:

  1. Bersiap! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 20 Segera Dibuka
  2. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  3. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini

“Ini ada 2.069 orang. Begitu juga dengan Blok C yang harus diisi 38 orang, namun saat ini kejadian ada 122 orang. Maka renovasi akan segera dilakukan,”ujar Rika, Kemenkumham.

Seperti diketahui, akibat insiden kebakaran tersebut membuat korban tewas sebanyak 44 orang dari semula yang hanya 41 napi yang terbakar didalam sel karena tidak bisa keluar. Menurut Menkumham , Yasonna Laoly mengatakan kebakaran tersebut disebabkan oleh adanya korsleting listrik. Hal ini terjadinya karena tidak adanya perawatan instalasi listrik.

Pihak Kemenkumham telah membentuk tim yang akan mengurus napi tewas, penyelidikan kebakaran, pemulihan anggota keluarga, hingga koordinasi lintas instansi.

Continue Reading

Internasional

Kunjungi Lapas Tangerang, Komnas HAM Soroti Masalah Kelebihan Kapasitas

Published

on

By

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik

Pasca kebakaran yang menewaskan 44 narapidana, Komisi Nasional Hak Aasasi Manusia (Komnas HAM), meninjau Lapas Kelas 1 Tangerang, Kamis (9/9/2021).

Usai melakukan peninjauan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik memaparkan bahwa masalah kelebihan kapasitas (over capacity) memang menjadi kendala utama di Lapas Tangerang sejak dulu.

“Tadi Kalapas sudah memberikan penjelasan bahwa ada masalah di sini tentang overcapacity,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Ahmad mengatakan kondisi kelebihan kapasitas di lapas berkaitan dengan pemidanaan kasus narkoba. Oleh karena itu, dia meminta harus ada solusi menyeluruh untuk menyelesaikan masalah lapas overload.

“Kita harus melihat lebih luas, bahwa itu ada kaitan dengan sistem pemidanaan terutama yang kaitan dengan narkoba. Harus ada solusi untuk itu secara menyeluruh,” dia menambahkan.

Sebelumnya, kebakaran maut di Lapas Kelas I Tangerang diselimuti masalah klasik overkapasitas. Pada saat kejadian kebakaran, lapas itu berisi 2.069 narapidana (napi) dan tahanan, padahal seharusnya hanya berisi 900-an orang.

Kronologi kebakaran di Ruang Tahanan Blok C Lembaga Permasyarakatan Kelas I Tangerang Jl. Veteran Kel. Sukasari Kec./Kota Tangerang tersebut diceritakan oleh saksi kebakaran, pegawai lapas kelas I Tangerang, Iyan Sofyan,

Menurut keterangan saksi, kejadian bermula pukul 02.30 WIB, Rabu (8/9/2021) dini hari saat saksi mendengar teriakan kebakaran dari napi penghuna Blok C.

Saksi bersama anggota yang berjaga kemudian melaksanakan pengecekan ke ruang tahanan blok C dan berusaha melakukan evakuasi.

Petugas jaga kemudian berhasil mengevakuasi kurang lebih dua puluh orang, namun, sebanyak 100 orang Napi tidak berhasil dievakuasi karena api semakin membesar.

Continue Reading

LATEST NEWS

Lifestyle19 jam ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView24 jam ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout1 hari ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis2 hari ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi2 hari ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya2 hari ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView2 hari ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 hari ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 hari ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Edukasi1 minggu ago

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid...

Internasional1 minggu ago

Mantan Presiden Rusia: AS Harus Merangkak & Memohon

Pernyataan kontroversial kembali dikeluarkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kali ini ia mengatakan untuk berdiskusi soal pengurangan senjata nuklir,...

Hangout1 minggu ago

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang? Bagi...

Kesehatan-Kecantikan1 minggu ago

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat...

Properti1 bulan ago

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala...

Properti1 bulan ago

Ayo Serbu, Ada Rumah Tapak Rasa Apartemen di Tanjung Barat

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan kalangan pengembang seiring perubahan tren dan lifestyle masyarakat perkotaan. Konsep hunian rumah tapak dengan desain...

Internasional1 bulan ago

Insiden Penembakan Maut di Sekolah Dasar Texas, 18 Anak & 3 Orang Dewasa Tewas

Para pejabat setempat mengatakan jumlah korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) (sebelumnya ditulis TK) di South Texas, Amerika Serikat...

Traveling2 bulan ago

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum ini...

Nasional2 bulan ago

Hampir Sembuh, Ade Armando Tak Sabar Kembali Berjuang

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) dan juga pegiat media sosial, Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April 2022...

Teknologi2 bulan ago

WhatsApp Rilis 11 Fitur Baru, Begini Cara Pakainya

Pada tahun 2022 ini Whatsapp akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang telah dimilikinya. Berbagai fitur tersebut diciptakan agar dapat meningkatkan...

Internasional2 bulan ago

Mengerikan, Begini Penampakan Kuburan Massal Rusia & Ukraina

Perang antara Rusia dengan Ukraina menyebabkan penderitaan bagi seluruh penduduknya, terutama warga sipil. Pihak Ukraina pun melaporkan di sekitaran ibu...

Nasional2 bulan ago

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenkes Siapkan 13.968 Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan guna mengantisipasi pemudik yang sakit atau memerlukan pertolongan medis secara cepat dan memadai....

Trending