Connect with us

Pojok

Remco Terpilih Jadi Ketua Umum Pertama BPC HIPMI Kepulauan Tanimbar

Published

on

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengadakan musyawarah cabang pertama untuk memilih ketua umum, Kamis (4/11/2021).

Bupati Kabupaten Tanimbar, Petrus Fatlolon, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 2 Bidang Pembangunan Ekonomi dan Kemasyarakatan, Jocef James Kelwuan, mengajak Pengurus HIPMI untuk senantiasa berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam membantu pembangunan di berbagai bidang.

“Sebagai embrio terbentuknya HIPMI di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, HIPMI harus benar-benar menjaga independensi sebagai organisasi pengusaha,” dia menambahkan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Sementara itu, Badan Pengurus Daerah Himpunan Penguasaha Muda Indonesia Provinsi Maluku yang diwakili Basri Ely berdasarkan mandat dari Ketua umum Jeqlin Margret sahetapi, menjelaskan bahwa sebagai BPC HIPMI yang baru pertama dibentuk diharapkan dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah.

Terutama, berkolaborasi dalam setiap Program Pemerintah yang bersentuhan langsung dengan bidang usaha. Sebab, menurut dia, mustahil ada penguasa tanpa pengusaha dan sebaliknya pengusaha tanpa penguasa.

Ketua Umum terpilih Christianus Genwarin, yang biasa disapa Remco, dalam sambutan perdananya setelah dilantik sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengatakan dia akan berusaha untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya agar dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah.

Dia juga ingin menjaga independensi dan marwah dari Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Inspirasi

Ini 3 Srikandi Indonesia yang Masuk Daftar 50 Orang Terkaya Versi Forbes

Published

on

By

Marina Budiman

Selaras dengan perjuangan Kartini yang menyuarakan emansipasi wanita, beberapa perempuan hebat Indonesia berhasil masuk dalam 50 daftar orang terkaya versi Forbes tahun 2021.

Ya, majalah Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia baru-baru ini. Dalam daftar tersebut, 3 di antaranya merupakan adalah perempuan.

Jumlah perempuan terkaya di Indonesia tahun ini bertambah dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 2 orang. Satu pengusaha perempuan yang baru masuk dalam daftar 50 orang terkaya RI versi Forbes adalah Marina Budiman.

Baca Juga:

  1. Pasar Bolu, Pasar Kerbau Terbesar di Dunia
  2. Bukan Hanya Soto, Ini 5 Destinasi Wisata Cantik di Lamongan
  3. Pantai Papuma, Mahkota Terindah dari Jember


Adapun terkait daftar orang terkaya ini, Forbes menyusun berdasarkan komposisi kepemilikan saham dan informasi keuangan yang diperoleh dari keluarga dan perorangan, bursa saham, analis, dan sumber-sumber lainnya.

Marina Budiman

Marina Budiman

Marina Budiman ditempatkan Forbes sebagai wanita terkaya di Indonesia. Perempuan kelahiran tahun 1961 ini berada di posisi 30 dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Marina menyelip sebagai “Kartini” di antara para bapak-bapak kaya di Indonesia.

Marina Budiman merupakan pendiri provider pertama di Indonesia bernama Indo Internet atau biasa disingkat Indonet. Indonet didirikan bersama rekannya, Toto Sugiri, pada tahun 1994.

Lalu pada 18 Juli 2011, Marina Budiman mendirikan perusahaan penyedia jasa aktivitas penyimpanan data dengann nama PT DCI Indonesia (DCII), bersama Otto Sugiri dan Han Arming Hanafia. DCII kemudian resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 6 Januari 2021 lalu.

Marina berposisi sebagai presiden komisioner sekaligus co-founder DCII. Ketika melantai di Bursa Efek pada awal 2021 lalu, saham DCII sempat meroket 9.400 persen dari penawaran awal Rp420 menjadi Rp39.500 per lembar.

Marina pun menduduki peringkat 30 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 1,5 Miliar Dollar Amerika Serikat. Sementara rekan bisnisnya, Otto Sugiri berada di peringkat 19 dengan 2,5 Miliar Dollar Amerika Serikat.

Arini Saswati Subianto

Arini Saswati Subianto

Arini Subianto menempati posisi 44 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Putri sulung konglomerat Benny Subianto ini memiliki kekayaan 975 Juta Dollar Amerika.

Lulusan Master of Business Fordham University, New York, Amerika Serikat, tahun 1998 ini menjabat sebagai direktur utama perusahaan PT Persada Capital Investama.

Arini bersama perusahannya memiliki bisnis pengelolaan kayu, minyak sawit, pengolahan karet hingga batu bara. Wanita kelahiran 20 Desember 1970 ini sukses meneruskan kejayaan sang ayah hingga rutin masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Kartini Muljadi

Kartini Muljadi

Kartini Muljadi menutup daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Wanita kelahiran 17 Mei 1930 ini menduduki peringkat ke-50 dengan taksiran kekayaan mencapai 695 Juta Dollar Amerika.

Kartini Muljadi bukan hanya tumbuh sebagai seorang pengusaha sukses. Dia juga adalah seorang hakim, yang kemudian memiliki firma hukum bernama Kartini Muljadi dan Rekan Law Office. Kantor ini didirikan pada tahun 1990 lalu.

Darah sukses sang ibunda menurun ke anak-anaknya, yakni Richard Muljadi, Handoyo Muljadi dan Dian Muljadi. Ketiga anaknya sukses mengembangkan usahanya masing-masing.

Continue Reading

Histori

Ratu Kalinyamat, Perempuan Jepara yang Menorehkan Nama dalam Jejak Maritim Nusantara

Published

on

By

ilustrasi ratu kalinyamat

Masyarakat Jawa mengenal tradisi posisi perempuan sebagai konco wingking atau teman belakang. Pembagian peran pada perempuan berdasarkan konstruksi konco wingking ini tak jauh-jauh dari ruang domestik atau urusan rumah tangga. Ungkapan populer bagi perempuan Jawa yang paling umum terdengar untuk peran mereka adalah sumur, kasur dan dapur.

Akan tetapi, pada periode tertentu malah menunjukkan sebaliknya. Selalu ada peristiwa historis yang menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi aktor dalam sejarah.

Munculnya sosok Ratu Kalinyamat sebagai sosok dan lakon perempuan Jawa telah menunjukkan kondisi sebaliknya dengan tradisi dan konstruksi atau penggambaran perempuan Jawa secara umum dan lazim.

Retna Kencana yang dikenal sebagai Ratu Kalinyamat merupakan sosok perempuan yang hidup di pesisir utara Jawa.

Ratu Kalinyamat memimpin Jepara pada abad ke-16 dan memiliki peran yang luas. Tak hanya di lingkup lokal-regional, melainkan juga menjangkau lingkup internasional.

Potret Ratu Kalinyamat telah membekas dan memberikan jejak tersendiri sepanjang sejarah maritim di Indonesia. Pun mengenai keterlibatan langsung perempuan Jawa yang menjaga kedaulatan perairan Nusantara.

Selama masa 30 tahun kepemimpinannya di Jepara, Ratu Kalinyamat tercatat telah membawa Jepara pada gerbang kejayaannya.

Bersama dengan armada laut yang dimilikinya, Ratu Kalinyamat telah dua kali menyerang armada Portugis di Malaka.

Jepara semakin berkembang pesat menjadi bandar atau kota pelabuhan terbesar di Pantau Utara Jawa selama masa kekuasaannya. Jepara di bawah komando Ratu Kalinyamat pun memiliki armada laut yang besar dan kuat.

Pada penyerangan ke armada Portugis yang pertama, Ratu Kalinyamat beserta armadanya berhasil mengepung Malaka selama tiga bulan. Tujuan dari penyerangan ini dilakukan untuk menarik mundur Portugis dari Malaka pada tahun 1551 dan tahun 1574.

Namun, pada penyerangan yang kedua, Ratu Kalinyamat gagal dan terpaksa menarik kembali pasukannya ke Jawa.

Baca Juga:

  1. Kartini dan Kondisi Sosial Budaya Perempuan Jawa dalam Jerat Feodalisme
  2. Kebangkitan Pendidikan Perempuan di Jawa Era Kolonial
  3. Organisasi Islam Ini Merespons Persoalan Perempuan

Walaupun demikian, pada masa kekuasaan Ratu Kalinyamat, kota pelabuhan Jepara merupakan salah satu kota atau kerajaan maritim di Pantai Utara Jawa yang sangat kuat. Sehingga masyarakat Jepara pada masa itu telah tampil dalam panggung sejarah Nusantara sebagai masyarakat bahari.

Dalam hal ini, masyarakat Jepara bisa memenuhi kebutuhan hidupnya yang diperoleh dari kegiatan memanfaatkan sumber daya lautnya.

Mengutamakan Perdagangan ke Tanah Seberang

Selama masa kepemimpinannya, Ratu satu ini tidak memfokuskan pada eksploitasi lahan pertanian yang menjadi wilayah kekuasaannya, sama seperti yang dilakukan pendahulunya.

Sang Ratu lebih fokus menggarap aktivitas pelayaran dan perdagangan dengan daerah di luarnya atau daerah seberang wilayahnya.

Tak hanya itu, sang Ratu juga visioner dan melakukan serangkaian terobosan yakni menerapkan sistem commenda atau kontrak pinjaman alat bayar/uang untuk perdagangan dalam melakukan hubungan dagang dan pelayaran.

Sistem commenda ini mengatur raja atau penguasa yang ada di wilayah pesisir melalui wakil-wakilnya di Malaka.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan modal pada kapal dari dalam maupun luar negeri yang akan berlayar untuk melaksanakan perdagangan dengan wilayah lain.

Keberanian sang Ratu diakui juga oleh bangsa Portugis. Diego de Couto, dalam bukunya Da Asia menyebutnya sebagai Rainha de Japara, senhora paderosa e rica (Ratu Jepara, seorang perempuan kaya dan sangat berkuasa) dan sumber lainnya juga menyebutnya sebagai De Kraine Dame (seorang perempuan yang pemberani).

Sepeninggal Ratu Kalinyamat dan ditundukkannnya kekuasaan Jepara di tangan Sultan Pajang, Jepara mengalami kemunduran. Akan tetapi, bukan berarti bandar Jepara serta aktivitas berdagangnya berhenti.

Pelaut Belanda yang pertama kali menginjakkan kaki ke Jepara menggambarkan Jepara masih berfungsi sebagai pelabuhan ekspor yang masih menjadi bagian terpenting dari kerajaan Mataram.

Sekitar tahun 1680-an, VOC memperoleh konsesi dalam bentuk sewa (gadai) dari Raja Mataram untuk mendirikan benteng di Pelabuhan Jepara.

Atas dasar pertimbangan yang dianggap menguntungkan, Jepara dipilih sebagai pusat kekuasaan VOC selain Batavia pada waktu itu.

Tujuan dari VOC tak lain adalah mewarisi sarana prasarana kota pelabuhan Jepara, termasuk dengan lokasinya yang strategis. Utamanya ialah karena potensi Jepara yang saat itu masih memiliki daerah yang menghasilkan produk pertanian.

Continue Reading

Histori

Prometheus yang Hijrah ke Jawa Pada Abad Ke-19

Published

on

By

ilustrasi petani tebu

Berbeda dengan Kuba yang struktur masyarakat industrinya diletakkan di atas landasan perbudakan, pertanian tebu di Pulau Jawa di abad 19 mendasarkan dirinya pada hubungan industrial agraris yang rumit.

“Prometheus datang ke Jawa!” ungkap G. Roger Knight. Penulis buku Sugar, Steam and Steel: The Industrial Project in Colonial Java, 1830 – 1885. Roger adalah sedikit dari penulis serta peneliti yang teruji reputasinya, khususnya dalam bidang studi kolonialisme di Indonesia.

Roger lahir di kawasan pedesaan Shropshire, Inggris. Sejak akhir 60-an dia tinggal dan mengajar di Adelaide, Australia.

Dalam mitologi Yunani, Prometheus adalah seorang titan yang mencuri api dari Zeus dan diberikan kepada manusia. Akibat ulahnya ini, Promotheus dihukum oleh Zeus dengan dirantai di sebuah batu besar, dan seekor elang besar akan memakan  hatinya setiap hari.

Hati Promotheus akan tumbuh setiap hari dan elang tersebut akan memakan hatinya lagi, begitu seterusnya.

Prometheus yang dimaksud oleh Roger datang ke dalam bentuk teknologi mesin uap, baja dan modal raksasa. Dalam waktu kurang dari seratus tahun, trio Prometheus ini membawa Pulau Jawa menjadi pemasok gula terbesar setalah Kuba di dunia.

Roger mencoba menjelaskan proses transformasi yang terjadi di Pulau Jawa pada pertengahan abad 19.

Berbeda dengan Kuba yang merupakan penghasil gula nomor wahid kala itu, Pulau Jawa memiliki karakteristik daerah pertanian yang tidak berlandaskan pada tenaga kerja budak. Di Kepulauan tropis terbaik se-Asia Tenggara ini, perbudakan seolah tidak mendapatkan tempat yang layak.

Pulau Jawa berubah menjadi kawasan industri manufaktur penghasil komoditas gula yang sangat digemari di dunia. Hal itu berlangsung antara 1830 hingga 1880 saja.

Perkembangan yang melesat itu mendahului negeri-negeri sekitarnya di Asia, dengan kekuatan teknologi dan ilmu pengetahuan yang paling maju pada saat itu.

Baca Juga:

  1. Sejarah Panjang Kebun Raya Cibodas
  2. Kisah Keluarga Tuan Tanah Kaya di Cibubur
  3. Dilema Mengatasi Kemiskinan Kota

Industrialisasi Berkarakter Timur

Berbeda dengan Kuba yang struktur masyarakat industrinya diletakkan di atas landasan perbudakan, pertanian tebu di Pulau Jawa di abad 19 mendasarkan dirinya pada hubungan industrial agraris yang rumit dan belajar dari beberapa kegagalan sebelumnya.

Berdasarkan perkembangan industri gula abad ke-19, perkembangan kota-kota di Pulau Jawa harus diakui memiliki jejak perubahan secara struktural.

Pertumbuhan ekonomi yang membangun strukturnya di atas model perbudakan adalah salah satu fakta sejarah yang memberi satu kepastian, yakni ketersediaan tenaga kerja.

Perbudakan menyediakan ketersediaan tenaga kerja yang siap pakai, siap jumlah, dan siap tenaga. Semua itu pada masanya dianggap lumrah. Padahal kalau hal itu terjadi beberapa ratus tahun sesudahnya sudah pasti akan melanggar konsensus antarbangsa.

Sejak abad ke-16, Kuba hanya seperti wilayah benua baru Amerika lainnya yang merupakan kawasan tujuan bagi pasokan kekuatan kerja budak. Yang diangkut melewati samudera dari berbagai pelabuhan penjualnya di pantai timur hingga pantai barat Afrika.

Sedangkan di Pulau Jawa, budak tidak pernah menjadi kekuatan tenaga kerja pembangun ekonomi. Memang ada kalanya ketika pelaut-pelaut Portugis datang dan menguasai bandar-bandar komersil, pasar-pasar budak menyediakan orang yang siap dipekerjakan bagi perkebunan besar di Sumatera. Akan tetapi, hal tersebut tidak pernah menjadi industri tetap.

Akibatnya ketika kekuatan modal dari Belanda (Eropa) ingin ikut mengikuti keberhasilan VOC di pesisir utara Jawa dengan membangun kawasan industri berbasis tenaga kerja yang besar, mereka mengalami kegagalan saat memulainya.

Kedatangan Van den Bosch

Pencetus Cultuurstelsel adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang diangkat pada Oktober 1828. Dia dikenal dengan nama Van den Bosch. Edi Cahyono dalam buku berjudul Pekalongan 1830-1870: Transformasi Petani Menjadi Buruh Industri Perkebunan (2005) bercerita banyak tentang proses industrialisasi manufaktur di pesisir utara Jawa abad 19.

Van den Bosch tidak segera datang ke Jawa. Dia harus menunggu penyelesaian kebijakan daerah koloni yang waktu itu dikelola swasta kembali ke tangan negara.

Bulan Maret 1829 baru ada kabar  pengunduran diri pengelola swasta. Baru pada akhir Juli 1829 Bosch berangkat dari Belanda dan tiba di Batavia 2 Januari 1830.

Pada 13 Agustus 1830, Bosch menyetujui untuk menanam tebu di karesidenan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kali ini skema yang dia pilih adalah industri yang didukung oleh perusahaan milik negara atau staatbedrijf

Salah satu alasan kuat untuk berpindah ke koloni pantai utara Jawa adalah tersedianya populasi petani yang padat dan area-area luas pedesaan yang beririgasi.

Pengelolaan industri selanjutnya dilakukan secara profesional. Pengembang mengelola modal dengan manajemen usaha dan manajemen tenaga kerja yang lebih tertata.

Modal diwujudkan dalam penggunaan gabungan teknologi canggih seperti kincir air dan mesin uap digabungkan dengan kelebihan teknik penggilingan tradisional yang mahir dijalankan oleh orang-orang Tionghoa.

Pengelola manajemen langsung ditangani oleh orang-orang Eropa, sedangkan yang paling istimewa tenaga kerja kasar dikerahkan dengan menggunakan ikatan-ikatan perhambaan yang dimediasikan oleh lapisan penguasa bumiputera.

Continue Reading

LATEST NEWS

Lifestyle19 jam ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView24 jam ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout1 hari ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis2 hari ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi2 hari ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya2 hari ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView2 hari ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 hari ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 hari ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Edukasi1 minggu ago

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid...

Internasional1 minggu ago

Mantan Presiden Rusia: AS Harus Merangkak & Memohon

Pernyataan kontroversial kembali dikeluarkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kali ini ia mengatakan untuk berdiskusi soal pengurangan senjata nuklir,...

Hangout1 minggu ago

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang? Bagi...

Kesehatan-Kecantikan1 minggu ago

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat...

Properti1 bulan ago

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala...

Properti1 bulan ago

Ayo Serbu, Ada Rumah Tapak Rasa Apartemen di Tanjung Barat

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan kalangan pengembang seiring perubahan tren dan lifestyle masyarakat perkotaan. Konsep hunian rumah tapak dengan desain...

Internasional1 bulan ago

Insiden Penembakan Maut di Sekolah Dasar Texas, 18 Anak & 3 Orang Dewasa Tewas

Para pejabat setempat mengatakan jumlah korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) (sebelumnya ditulis TK) di South Texas, Amerika Serikat...

Traveling2 bulan ago

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum ini...

Nasional2 bulan ago

Hampir Sembuh, Ade Armando Tak Sabar Kembali Berjuang

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) dan juga pegiat media sosial, Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April 2022...

Teknologi2 bulan ago

WhatsApp Rilis 11 Fitur Baru, Begini Cara Pakainya

Pada tahun 2022 ini Whatsapp akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang telah dimilikinya. Berbagai fitur tersebut diciptakan agar dapat meningkatkan...

Internasional2 bulan ago

Mengerikan, Begini Penampakan Kuburan Massal Rusia & Ukraina

Perang antara Rusia dengan Ukraina menyebabkan penderitaan bagi seluruh penduduknya, terutama warga sipil. Pihak Ukraina pun melaporkan di sekitaran ibu...

Nasional2 bulan ago

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenkes Siapkan 13.968 Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan guna mengantisipasi pemudik yang sakit atau memerlukan pertolongan medis secara cepat dan memadai....

Trending