Connect with us

Traveling

Kastel Megah di Kaki Gunung Tangkuban Perahu, Florawisata D’Castello

Published

on

Florawisata D’Castello

Florawaisata D’Castello adalah tempat wisata baru yang kini tengah viral di media sosial. Tempat ini memanjakan para pengunjung dengan taman bunganya yang indah serta bagunan kastel megah.

Tempat wisata yang satu ini menyajikan banyak sekali spot foto bagi para pengunjungnya. Salah satu yang menjadi favorit adalah bangunan kastelnya. Selain itu juga, Florawisata D’Castello memiliki beragam menara dengan kombinasi warna yang menarik seperti merah, biru, dan kuning. Kemudian terdapat kolam air mancur yang dikelilingi beragam bungan aneka warna di depannya.

Kepala Tim Pemasaran Florawisata D’Castello Guntara mengatakan bahwa, “Sekarang ini yang banyak dijadikan spot foto oleh pengunjung adalah jembatan tangan. Panjangnya kurang lebih 100 meter, itu menjadi ikon tersendiri bagi para pengunjung,” ucapnya, mengutip dari laman kompas.com pada Minggu (6/2/2022).

Ternyata tidak hanya kastel yang menjadi unggulan dari tempat wisata ini, melainkan juga dengan adanya jembatan tangan yang bentuknya sangat unik. Di sana banyak ditumbuhi bunga berwarna-warni yang menghiasi di berbagai sudutnya. Selain itu, bagi kalian yang memiliki sang buah hati mereka pasti akan sangat betah di tempat ini karena adanya patung Micky Mouse yang terpampang jelas dengan ukuran besar.

Baca Juga:

  1. Tay Kak Sie, Kelenteng Megah & Bersejarah dari Semarang
  2. Desa Wisata Namatota, Surga Bahari Tersembunyi dari Tanah Papua
  3. Desa Wisata Rindu Hati, Bikin Hati Selalu Rindu untuk Kembali

Bagi cityzen yang ingin berkunjung ke Florawisata D’Castello ini lokasinya dekat dengan Pemandian Air Panas Sari Ater atau Ciater yang sudah sangat terkenal. Hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh 8 menit, dari pemandian air panas tersebut.

Lebih lengkapnya, alamatnya ada di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Persis masih berada di bawah kaki Gunung Tangkuban Perahu yang merupakan tempat dari legenda sangkuriang tercipta.

Untuk namanya sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “D’Castello” yang berarti kastel. Sedangkan “Florawisata” melambangkan dari banyaknya tanaman yang ada di tempat wisata ini.

Sementar untuk luas lahan dari Florawisata D’Castello dikelilingi oleh perkebunan teh, dengan luas mencapai 10 hektar. Sudah bisa dipastikan bahwa udara yang ada di sana sangat segar dan terbebas dari polusi.

Diketahui taman bunga tersebut baru dibuka saat desember 2021 lalu. Meski begitu, wisata yang satu ini sudah mampu mengundang antusiasme masyarakat yang cukup banyak. Terlebih saat akhir pekan banyak dari mereka yang berkunjung bersama keluarga, teman, ataupun pasangan.

Tiket masuk yang sangat terjangkau juga merupakan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, yaitu hanya sebesar Rp 25.000 saja pada hari biasa, dan Rp 30.000 saat hari libur. Kemudian untuk jam bukanya dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Traveling

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Published

on

By

Museum Radya Pustaka

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka.

Museum ini menyimpan koleksi sekaligus informasi penting yang berupa artefak-artefak Jawa dari masa lampau. Dibangun oleh Kanjeng Adipati Sosroningrat IV pada 28 Oktober 1890 silam, museum Radya Pustaka dengan semangat membawa kesadaran dalam menyimpan peninggalan leluhur.

Sehingga, anak cucunya saat ini dapat mengerti kondisi sosial dan budaya masyarakat Jawa pada waktu itu.

Musuem ini terletak di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama yang membelah kota Solo dari timur ke barat.

Jalan Slamet Riyadi di masa lalu ini digunakan sebagai batas wilayah teritori dari dua kerajaan peninggalan Mataram yakni Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran.

Museum Radya Pustaka di dalamnya tersimpan berbagai macam koleksi dari Keraton Kasunanan dan terletak di samping Taman Sriwedari yang pernah menjadi pusat hiburan warga Solo tempo dulu. Lokasinya cukup strategis.

Sebelum koleksi Radya Pustaka ditempatkan di bangunan museum yang sekarang, semua koleksinya pernah disimpan dalam rumah Kanjeng Adipati Sosroningrat IV yang pernah menjabat patih atau orang nomor dua dari Raja Pakubuwono ke-9 dan 10.

Baca Juga:

  1. Museum Bank Mandiri, Sebuah Alternatif Wisata Edukasi
  2. Overture 1812 & Museum Borodino, Bukti Keperkasaan Tentara Rusia
  3. 5 Museum Bersejarah di Jakarta

Belakangan, semua koleksinya sudah dipindah ke Loji atau rumah Adipolo yang merupakan bekas rumah seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar sejak 1 Januari 1913 hingga sekarang gedung museum itu berdiri.

Saksi Sejarah Kerajaan Mataram

Di museum ini, Cityzen bisa belajar sekaligus menelusuri jejak sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan Islam. Dua masa dari dua dinasti kerajaan yang menguasai wilayah pulau Jawa kala itu.

Berdasarkan catatan sejarah, di Pulau Jawa pernah berkuasa dinasti kerajaan besar yang terpecah jadi dua, yakni Kerajaan Mataram yang meninggalkan jejak dinastinya di wilayah Yogyakarta dan Surakarta (Solo).

Koleksi benda bersejarah peninggalan masa Mataram yang bisa dilihat ialah arca, manuskrip buku-buku, pusaka adat, dan wayang kulit kuno.

Di pintu masuk halaman museum, Cityzen akan disambut patung Raden Ronggowarsito sebagai ikon utama Radya Pustaka. Ronggowarsito terkenal sebagai pujangga Keraton Surakarta dari abad ke-19.

Bisa jadi inisiator pengumpul artefak-artefak di museum ini adalah Ronggowarsito karena predikatnya sebagai orang pintar atau pujangga di zamannya. Namun, ini hanya spekulasi atau dugaan saja.

Adapun koleksi-koleksi penting yang tersimpan di museum ini ialah:

Buku Kuno

Pakubuwono IV mengarang serat bernama Wulang Reh. Ya, Wulang Reh karangannya yang berisi petunjuk dan wejangan pemerintahan ada di museum Radya Pustaka ini.

Tak hanya itu, ada juga Serat Rama karangan Pujangga Keraton Surakarta bernama Yasadipura I yang menceritakan tentang Ramayana. Babad Tanah Jawi Pararaton, Kawruh Empu (buku tentang keris), Jawa Carik, dan lain-lain.

Pusaka Adat

Di Museum Radya Pustaka Cityzen juga bisa melihat Rajamala. Yakni sebuah patung kepala raksasa yang terbuat dari kayu.

Patung ini merupakan hasil tangan Pakubuwono V kala dia masih didapuk menjadi seorang putra mahkota keraton.

Sebenarnya, patung buatan Pakubuwono V ini ada dua. Namun, yang patung yang satunya disimpan di Keraton Surakarta.

Patung ini digunakan sebagai hiasan depan sebuah perahu yang dulunya dipakai untuk mengambil Pakubuwono IV yang berasal dari Madura.

Selain itu ada juga koleksi berbagai senjata tradisional dari beberapa daerah dan keris senjata khas Jawa. Juga beberapa senjata bermesiu seperti meriam dan senapan kuno.

Berbagai Manuskrip atau Naskah Kuno Surakarta

Nama lain dari Manuskrip adalah naskah kuno. Tak perlu jauh-jauh datang ke Perpustakaan Nasional, di Museum Radya Pustaka menyimpan koleksi naskah kuno yang ditulis pada media kayu dengan huruf Jawa Kuno, Bali dan juga Sanksekerta.

Demi menjaga keberlangsungan dan umur panjang koleksi, koleksi manuskrip ini sekarang bisa dinikmati lewat perangkat digital setelah pihak pengelola melakukan digitalisasi terhadap manuskrip dan buku koleksinya.

Arca Berbagai Ukuran

Ingin melihat arca berbagai ukuran di Museum Radya Pustaka? Tenang, berbagai arca ukuran besar dan kecil peninggalan Mataram Kuno banyak dipajang disini.

Di halaman depan, sampai teras museum, Cityzen akan disambut dengan Arca Ganesha, Siwa Mahadewa, Durga Mahisasuramardini, dan Kartikeya (relief dewa yang mengendarai Mayura/burung merak). Menurut keterangan yang ditempel di badan arca, artefak ini peninggalan abad 7-10 Masehi.

Di dalam museum di ruang pamer arca juga banyak ditemukan arca-arca mini antara lain: Dewi Sri, Kasyapa, Dewi Tara, Avalokitesvara, Dewi Saraswati, Bodhisatwa, Dewi Cunda, dan juga Siwa Mahadewa.

Rupa-rupa Benda Kuno

Tak hanya arca, manuskrip dan benda-benda pusaka saja yang dipajang, Cityzen bisa melihat koleksi keramik kuno yang berupa piring, guci dan juga gelas.

Tak ketinggalan beberapa jenis furnitur seperti meja dari batu marmer, kursi,, aksesoris pakaian kuno seperti topi, aneka blangkon, dan juga wayang kulit.

Satu koleksi yang menarik dari Museum Radya Pustaka yakni, museum ini masih menyimpan kotak musik buatan Perancis berhiaskan bunga-bunga dimana di bagian atasnya menancap burung kecil.

Konon, kotak musik tersebut diberikan sebagai hadiah pemberian dari Raja Perancis Napoleon Bonaparte kepada Raja Pakubuwono IV.

Continue Reading

Traveling

Ini 5 Masjid Paling Unik di Bandung

Published

on

By

Masjid di Bandung
Masjid di Bandung

Tempat wisata religi masjid di Bandung bisa menjadi pilihan menarik untuk liburan. Bandung memang sudah terkenal sebagai salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia. Hal ini tentunya tidak mengherankan dengan berbagai keunikan yang dimiliki Kota Kembang ini.

Bandung memang terkenal memiliki destinasi wisata, kuliner dan kebudayaan yang menarik. Tak hanya itu saja, masjid-masjid Bandung juga punya keunikan yang harus kamu kunjungi.

Rasanya lengkap bukan kalau kamu kembali setelah liburan membawa cerita bukan hanya wisata alam, wisata kuliner tetapi juga singgah di masjid Bandung untuk wisata religi.

Baca Juga:

  1. Mengenal Anggrek Ibu Tien Suharto, Sosok Ibu Negara yang Amat Mencintai Tanaman
  2. Peranan Tanaman Akar Wangi Sebagai Pencegah Bencana
  3. Nilam, Tanaman Wangi & Kaya Manfaat yang Jadi Buruan Pasar Mancanegara

Berikut MyCity telah merangkum beberapa masjid di Bandung yang memiliki desain unik.

Masjid Al-Irsyad

Masjid Al-Irsyad

Masjid Al-Irsyad berada di kawasan Padalarang, Bandung. Tempat ibadah yang dibangun oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut, dikembangkan di atas lahan seluas 1 hektar, masjid ini memiliki disain arsitektur yang sangat unik, jika biasanya masjid dibuat dengan disain kubah berbeda dengan masjid Al Irsyad yang dibangun dengan bentuk kubah.

Tidak hanya itu, interior masjid ini pun dibilang cukup menarik, dinding mimbar masjid dibuat bolong sehingga jamaah bisa langsung melihat pemandangan indah di hadapan masjid. Di dalam masjid juga tidak terdapat jendela, namun cahaya dan udara masih dapat masuk karena pada dinding masjid terdapat banyak lubang ventilasi.

Masjid Lautze 2

Masjid Lautze 2

Masjid Lautze 2 berada di Jalan Tamblong No. 27, Braga, Kec, Sumur Bandung. Tempat ini menjadi salah satu masjid di Bandung yang dibuat dengan disain yang unik karena berarsitekturkan Tionghoa. Layaknya sebuah klenteng, warna masjid ini dibuat merah dan kuning di sekeliling masjid juga banyak digunakan lampu lampion.

Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung

Masjid di Bandung lainnya yang memiliki disain unik adalah Masjid Raya Bandung. Tempat ini juga menjadi salah satu masjid tertua di Bandung karena didirikan sejak tahun 1810. Masjid Raya Bandung dibangun cukup luas karena dapat menampung sekitar 13.000 jamaah. Masjid ini memiliki dua buah menara dengan ketinggian mencapai 81 meter, tidak hanya itu masjid ini juga memiliki sebuah taman yang cukup besar dengan rumput sintetis sebagai pijakan.

Masjid Al Multazam

Masjid Al Multazam

Masjid di Bandung lainnya yang memiliki disain arsitektur yang unik adalah Masjid Al Multazam, tempat ibadah yang berlokasi di kawasan Bojongsoang tersebut dibangun seluas 5.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 24 x 24 m2. Tempat ini memiliki disain mengotak, pada masing-masing dinding bertuliskan kaligrafi Alhamdulillah, apalagi di depan masjid terdapat sebuah danau yang dapat digunakan untuk berswafoto.

Masjid Al – Furqan UPI Bandung

Masjid Al – Furqan UPI Bandung

Masjid unik lainnya ada di Masjid Al Furqan, masjid ini berada di Jalan Dr. Setiabudi No. 229, Kec. Sukasari, Bandung. Keunikan tempat ibadah ini dapat terlihat dari kubahnya yang memiliki bentuk seperti piramida. Masjid Al Furqan juga dibangun cukup megah karena dapat menampung jamaah hingga 10.000 jamaah.

Continue Reading

Traveling

Gua Gong, Primadona Pacitan Pemilik Danau dan Ruang Misterius

Published

on

By

gua gong, pacitan Jawa Timur

Apa yang pertama terbesit di pikiran Cityzen ketika mendengar nama Pacitan? Tempat lahir presiden keenam Indonesia, SBY? Atau tanah yang gersang? Atau kota dengan 1001 gua?

Pacitan memang dikelilingi oleh pegunungan kapur. Ini menyebabkan tanah di wilayah ini kering dan cenderung tidak subur. Tanah di Pacitan juga memiliki sedikit unsur hara. Akan tetapi, Pacitan memiliki pesona indah bawah tanah.

Pesona bawah tanah yang dimaksud ialah gua-gua kapur yang penuh dengan stalaktit dan stalakmit. Gua yang paling terkenal indah di Pacitan adalah Gua Gong.

Keindahan Gua Gong tak tertandingi oleh gua-gua lain di Pulau Jawa, bahkan ada yang menyebutkan bahwa Gua Gong adalah Gua terindah di Asia Tenggara. Daya tarik keindahan goa ini ialah konon salah satu batu di dalamnya mampu mengeluarkan bunyi mirip suara alat musik gong.

Memang nama gua ini diambil dari misteri tersebut. Masyarakat sekitar gua bahkan mengaku pernah mendengar suara tabuhan menyerupai suara gong (salah satu alat musik gamelan) yang berasal dari dalam gua tersebut di malam hari.

Baca Juga:

  1. Taman Nasional Lorentz, Pesona Papua dari Danau di Atas Awan Hingga Rumah Para Satwa
  2. Bukan Hanya Soto, Ini 5 Destinasi Wisata Cantik di Lamongan
  3. Inilah 5 Destinasi Religi Terbaik di Indonesia

Ada juga yang mengatakan bahwa di salah satu ruangan gua terdapat batu yang apabila ditabuh akan mengeluarkan bunyi yang menggema seperti bunyi gong.

Akan tetapi, hal tersebut rupanya bisa dijelaskan secara ilmiah. Sebab, suara gong tersebut dihasilkan dari tetesan air yang menimpa Stalaktit atau stalakmit di gua tersebut.

Gua Gong ini memiliki formasi stalaktit dan stalagmit yang cantik. Cityzen tak usah khawatir pencahayaan kurang, sebab sudah disediakan penerangan yang cukup dan dapat masuk lebih dalam dan menyusuri lorong gua sepanjang 256 meter.

Jika kalian menyusuri sampai ke ujung lorong, kalian akan menemukan alasan mengapa Gua Gong disebut sebagai gua terindah se-Asia Tenggara.

Ada ruangan berupa kubah rakasa sepanjang 100 meter, dengan lebar 15 hingga 40 meter dan tinggi antara 20-30 meter yang dihiasi oleh stalaktit dan stalakmit dari berbagai macam bentuk dan ukuran.

Beberapa diantaranya bahkan diberi nama karena untuk mengabadikan keindahannya seperti Selo Jengger Bumi, Selo Pakuan Bomo, Selo Bantaran Angin, Selo Citro Cipto Agung, Selo Adi Citro Buwono, dan lain sebagainya.

Di dalam Gua Gong terdapat beberapa ruangan. Ruang-ruang tersebut yaitu Ruang Sendang Bidadari, Ruang Bidadari, Ruang Kristal dan Marmer, Ruang Pertapaan dan Ruang Batu Gong.

Selain keindahan stalaktit dan stalakmit yang menghiasi ruangan gua, ada juga mata air (sendang) yang menurut penuturan warga sekitar memiliki kekuatan magis menyembuhkan beragam bagi mereka yang mempercayainya.

Mata air itu antara lain Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan dan Sendang Relung Nisto.

Continue Reading

LATEST NEWS

Lifestyle21 jam ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView1 hari ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout1 hari ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis2 hari ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi2 hari ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya2 hari ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView2 hari ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 hari ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 hari ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Edukasi1 minggu ago

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid...

Internasional1 minggu ago

Mantan Presiden Rusia: AS Harus Merangkak & Memohon

Pernyataan kontroversial kembali dikeluarkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kali ini ia mengatakan untuk berdiskusi soal pengurangan senjata nuklir,...

Hangout1 minggu ago

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang? Bagi...

Kesehatan-Kecantikan1 minggu ago

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat...

Properti1 bulan ago

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala...

Properti1 bulan ago

Ayo Serbu, Ada Rumah Tapak Rasa Apartemen di Tanjung Barat

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan kalangan pengembang seiring perubahan tren dan lifestyle masyarakat perkotaan. Konsep hunian rumah tapak dengan desain...

Internasional1 bulan ago

Insiden Penembakan Maut di Sekolah Dasar Texas, 18 Anak & 3 Orang Dewasa Tewas

Para pejabat setempat mengatakan jumlah korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) (sebelumnya ditulis TK) di South Texas, Amerika Serikat...

Traveling2 bulan ago

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum ini...

Nasional2 bulan ago

Hampir Sembuh, Ade Armando Tak Sabar Kembali Berjuang

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) dan juga pegiat media sosial, Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April 2022...

Teknologi2 bulan ago

WhatsApp Rilis 11 Fitur Baru, Begini Cara Pakainya

Pada tahun 2022 ini Whatsapp akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang telah dimilikinya. Berbagai fitur tersebut diciptakan agar dapat meningkatkan...

Internasional2 bulan ago

Mengerikan, Begini Penampakan Kuburan Massal Rusia & Ukraina

Perang antara Rusia dengan Ukraina menyebabkan penderitaan bagi seluruh penduduknya, terutama warga sipil. Pihak Ukraina pun melaporkan di sekitaran ibu...

Nasional2 bulan ago

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenkes Siapkan 13.968 Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan guna mengantisipasi pemudik yang sakit atau memerlukan pertolongan medis secara cepat dan memadai....

Trending