Connect with us

Kesehatan-Kecantikan

Konsumsi Susu Saat Puasa Ramadan, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

Published

on

Ilustrasi Minum Susu

Hampir sebagian besar orang pasti menggemari susu. Tak hanya rasanya yang enak, ternnyata susu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terlebih mengkonsumsinya ketika puasa.

Sebaiknya susu diminum saat bulan puasa, terutama sebelum tidur atau setelah sahur menjelang imsak. Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi klinis RSCM, Fiastuti Witjaksono. Agar tetap sehat selama puasa Ramadan ada baiknya dibarengi dengan meminum susu.

Dalam webinar yang digelar Anlene pada beberapa waktu lalu Fiastuti mengatakan bahwa, “Karena susu itu fungsional yang bermanfaat untuk tubuh, terutama saat Anda berpuasa.”

Kandungan dalam susu seperti karbohidrat berupa laktosa, protein, lemak, dan mineral diketahui sangat berguna bagi tubuh manusia. Dalam satu gelas susu mengandung air hingga 86,5%, sehingga sangat baik mengkonsumsinya di kala puasa untuk memenuhi cairan tubuh seseorang.

Baca Juga:

  1. Ini Ragam Kelebihan Berpuasa, Ternyata Bisa Meningkatkan Daya Ingat Juga!
  2. Waspada! Inilah Ragam Bahaya Makan Pedas Saat Sahur & Buka Puasa
  3. Mengapa Gorengan Menjadi Hidangan Wajib Saat Buka Puasa?

“Sisanya ada laktosa, lemak, protein, dan vitamin,” tuturnya.

Sementara itu, bagi mereka yang alergi susu, dirinya menjelaskan bahwa bisa disiasati dengan memilih susu yang rendah laktosa. Misalnya mereka bisa meminum seperti susu kedelai dan juga susu almond. Ia turut menyebutkan pilihan lainnya dengan melatih usus agar bisa lebih toleran terhadap laktosa.

“Kita bisa latih supaya enzim laktase itu terbentuk sehingga saat minum susu dia tidak akan ada keluhan. Minum sedikit demi sedikit supaya enzimnya keluar kembali,” jelasnya.

Oleh sebab itu penting untuk umat muslim yang kini tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan agar tidak terlewat meminum susu. Hal tersebut agar kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi, dan juga hal lain sebagainya yang mendukung tubuh untuk tetap sehat.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan-Kecantikan

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Published

on

Asam Jawa

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena dianggap penuh manfaat. Nama asam Jawa sendiri merupakan sebutan dari orang-orang Melayu karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.

Merujuk penelitian Candra Rini Hasanah Putri dari Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kesuma Surabaya, berjudul Potensi dan Pemanfaatan Tamarindus indica Dalam Berbagai Terapi di Jurnal Ilmiah Kedokteran [2014], diketahui asam jawa memiliki berbagai kandungan, yaitu senyawa fenol, glikosida, mallic acid, tartaric acid, getah, pectin, arabinosa, xylosa, galaktosa, glukosa, dan uronic acid.

“Melalui ekstrak ethanol Tamarindus indica ditemukan adanya asam lemak dan berbagai elemen esensial seperti arsenik, kalsium, tembaga, besi, sodium, mangan, magnesium, zinc, dan sedikit vitamin A. Dari zat-zat inilah asam jawa berkhasiat menjadi obat. Tidak hanya itu, asam jawa juga mengandung kadar protein dan karbohidrat tertinggi dibanding berbagai buah lain,” ungkap penelitian tersebut.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Nama asam jawa sendiri merupakan sebutan dari orang-orang Melayu karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan orang Jawa. Selain itu, pohon asam jawa pun sangat dikeramatkan oleh sebagian masyarakat Jawa.

Banyak orang Jawa, pada siang hari di tengah teriknya matahari, berteduh di rimbunya pohon asam jawa. Sebagian dari mereka tidak hanya menumpang berteduh, namun sempat membaca doa kepada batang pohon tersebut.

Walau begitu, ada juga yang mempercayai keberadaan pohon asam jawa tidak bagus untuk ditanam di dekat rumah, terutama di beranda. Sebab pohon ini diyakini mengundang makhluk-makhluk astral.

Namun pohon ini tetap menyebar ke berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Daerah yang paling banyak menghasilkan tumbuhan ini adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Meskipun namanya asam jawa, Tamarindus indica bukanlah tumbuhan asli Pulau Jawa. Asalnya dari Benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena dianggap penuh manfaat.

Penyebutan nama asam jawa berawal dari orang-orang Melayu, karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.

Provinsi yang dikenal menghasilkan tumbuhan ini adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk Madura, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Dalam Buku 100 Spesies Pohon Nusantara Target Konservasi Ex-Situ Taman Keanekaragaman Hayati [2019] karya Hendra Gunawan dari Pusat Litbang Hutan – KLHK, dijelaskan pohon ini bisa mencapai tinggi hingga 30 meter, diameter lebih dari 100 sentimeter.

Daun majemuk menyirip dengan 8-16 pasang anak daun. “Bunga harum serta menarik, berwarna krem dengan urat-urat cokelat kemerahan,” tulis Hendra.

Sedangkan buah polong berbentuk silinder, kadang lurus dan melengkung, tidak pecah, panjang sekitar 14 cm, berbiji 1 sampai 10 buah. Asam jawa bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik hampir di segala tempat, kecuali pada tanah dengan kandungan air tinggi.

Kayu pohonnya biasa dipakai sebagai bahan baku meubel, patung, ataupun ukir-ukiran. Pohon asam jawa pada umumnya dimanfaatkan sebagai pohon peneduh yang ditanam di tepi jalan.

Asam Jawa juga diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. MyCity telah merangkumnya untuk Cityzen.

Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan

Asam jawa yang juga dikenal dengan sebutan tamarin dipercaya dapat menjadi obat pencahar alami karena kandungan serat yang ada di dalamnya.

Asam jawa mengandung 6 gram serat tidak larut sehingga membuat feses Anda jadi lebih mudah untuk melewati usus.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Shri Ram Institute of Technology-Pharmacy tentang manfaat asam jawa bagi kesehatan manusia, memperlihatkan adanya efek pencahar pada tumbuhan tersebut.

Selain itu, ditemukan pula bahwa anak-anak di Afrika menggunakan asam jawa sebagai bagian dari sarapan untuk mengatasi sembelit. Biasanya, mereka mencampur buah masam yang belum matang dengan jus jeruk nipis atau madu.

Oleh karena itu, minum minuman yang mengandung asam jawa diyakini bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti diare dan sembelit.

Menjaga kesehatan jantung

Manfaat asam jawa selanjutnya adalah membantu menurunkan kolesterol sehingga kesehatan jantung dapat terjaga.Hal ini karena dalam asam jawa terdapat flavonoid.

Efektivitas asam jawa dalam menurunkan kolesterol dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan di University of Malaya yang melibatkan binatang percobaan.

Uji coba tersebut menunjukkan adanya penurunan kadar kolesterol jahat (LDL), kolesterol total, dan trigliserida. Ekstrak asam jawa yang diberikan kepada hewan tersebut menyerap dan membantu membersihkan LDL dari jaringan saraf.

Berdasarkan penelitian tersebut, disimpulkan bahwa antioksidan yang ada pada buah ini dinilai dapat membantu menurunkan bahaya oksidatif pada kolesterol jahat yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Membantu mengontrol gula darah

Manfaat asam jawa berikutnya adalah untuk mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Dalam uji coba yang dilakukan pada hewan, ekstrak asam jawa yang sudah dicairkan dapat berperan sebagai antidiabetes yang cukup kuat.

Masih dari penelitian yang sama, pemberian ekstrak asam jawa mampu menurunkan risiko hiperglikemia karena kandungan magnesium yang relatif tinggi.

Magnesium yang terkandung di dalam asam jawa memiliki peran yang penting atas 600 fungsi organ tubuh manusia, termasuk sebagai antidiabetes.

Membantu menurunkan berat badan

Selain dapat mengurangi risiko penyakit diabetes, ternyata mengonsumsi asam jawa juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Dilansir dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, asam jawa termasuk dalam kategori buah-buahan tropis yang dapat menurunkan risiko obesitas.

Obesitas merupakan kondisi ketika kadar lemak tubuh seseorang meningkat secara berlebihan, terutama di dalam jaringan lemak.

Uji coba yang dilakukan pada tikus gemuk menunjukkan bahwa pemberian ekstrak asam jawa terbukti menurunkan berat badan.

Hal tersebut terjadi karena zat asam hidroksi tikit atau HCA membantu menghambat penyimpanan lemak di dalam tubuh. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Membantu melindungi organ hati

Di Bangladesh, asam jawa dimakan dalam bentuk buah untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Obat ini dikenal dapat melindungi organ hati mereka.

Pada sebuah studi eksperimen terhadap hamster, terlihat bahwa ekstrak hidroalkohol dari asam tamarin membantu meningkatkan sistem anti peradangan untuk organ hati.

Alkohol dan zat perusak organ liver lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit hati dan menjadi salah satu penyebab apoptosis yaitu proses matinya sel-sel yang tidak diperlukan tubuh.

Oleh karena itu, asam jawa dipercaya oleh kebanyakan orang dapat membantu mengurangi kerusakan liver. Walaupun demikian, belum ada penelitian yang membuktikan efek tersebut terhadap organ hati manusia.

Manfaat asam jawa atau tamarin untuk kesehatan sebenarnya sudah sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Mereka percaya bahwa minum jamu atau makan makanan yang mengandung asam jawa dapat meningkatkan kesehatan mereka.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa masih dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk memastikan kebenaran tersebut. Jika Anda ragu, cobalah berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Published

on

Ganja

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat untuk Rakyat di Sirkuit Internasional Chang, Provinsi Buri Ram.

Namun, bagaimana dengan efek ganja itu sendiri bagi tubuh? Diketahui, ganja ternyata juga memiliki manfaat dalam kesehatan, seperti untuk pengobatan di beberapa macam penyakit.

Peneliti mengatakan menghasilakan sejumlah orang jadi jarang datang ke dokter, untuk berobat jika penggunaan ganja untuk mengobati kondisi medis. Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyetujui untuk menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia pada akhri 2020 lalu. Hal ini sebagaimana yang direkomendasikan oleh rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, ganja juga bisa dipakai untuk keperluan medis. Di mana kandungan Tetrahidrokanabinol (THC) bertanggung jawab pada kondisi mental seseorang atas efek ganja.

Akan tetapi berdasarkan Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Inggris, sejumlah tanaman ganja mengandung sangat sedikt THC. Ganja pun turut mengandung dronabinol yang dapat digunakan untuk mengobatau rasa mual dan muntah akibat pasien menjalani kemoterapi kanker.

Baca Juga:

  1. Peran Ganja untuk Pengobatan Kanker Payudara
  2. Siswa Diduga Tewas Akibat Overdosis, Thailand Larang Remaja Konsumsi Ganja
  3. Resmi Jadi Barang Legal, Warga Thailand Borong Minuman sampai Permen Ekstrak Ganja

Tak hanya itu saja, dalam mengobati kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan pada penyintas HIV/AIDS, dronabinol ini juga dapat dipergunakan. Ganja juga dikatakan bisa mengurangi rasa cemas dan depresi atau gangguan mental umum pada seseorang.

Untuk pengobatan depresi dan kecemasan itu telah dikenal kandungan CBD. Komponen tertentu dari mariyuana, termasuk CBD ini bertanggung jawab atas efek penghilang rasa sakit. Hal ini pun telah ditemukan oleh para ilmuwan.

Kemudian, CBD diketahui juga membantu mengurangi nyeri kronis dengan memengaruhi aktivitas reseptor endocannabinoid, mengurangi peradangan, dan berinteraksi dengan neurotransmitter. Ini diungkapkann oleh penelitian yang diunggah di National Library of Medicine.

Di sisi lain jika disalah gunakan, ganja dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Di mana bisa menyebabkan gangguan otak dan lain sebagainya.

Peneliti terbaru memperkirakan bahwa “kira-kira 3 dari 10 orang yang menggunakan ganja memiliki gangguan penggunaan ganja,” semacam ketergantungan. Hal ini menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Oleh sebab itu harus berdasarkan resep dokter dan dipantau oleh dokter yang berwenang untuk penggunaan ganja secara medis tersebut. Dikarenakan berpotensi mengakibatkan ketergantungan serta penyalahgunaan, penggunaan ganja ini tidak dapat sembarangan dan tanpa kontrol medis.

Maka dari itu pejabat Thailand sendiri khawatir ganja disalahgunakan oleh masyarakatkan, terutama kaum muda. Di mana ganja malah digunakan hanya untuk keperluan rekreasi.

Hal tersebut dinilai dapat menghambat kinerja otak dalam belajar, sehingga remaja menjadi bodoh. Sebab itu, kepada kelompok usia di bawah 25 tahun diperingatkan oleh Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Kesehatan Thailand Somsak Akksilp bahwa ganja tidak dipakai untuk keperluan rekreasi.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Cabai Jawa: Primadona Jamu, Dianggap Sebagai Harta Karun Tanaman Obat di Indonesia

Published

on

By

cabai jawa

Tukang jamu bersepeda itu menjadi langganan masyarakat di kawasan Kelurahan Utan Kayu Utara. Yuk Tarni, namanya. Dengan wajah sumringah, dia menawarkan jamu buatannya kepada masyarakat di sana.

Saban sore, perempuan berhijab yang sering mengenakan kaos panjang itu berkeliling kampung berdagang jamu buatannya sendiri yang menurut orang sekitar, khasiatnya sangat terasa. Salah satu bahan jamu yang digunakan oleh Yuk Tarni adalah Cabai Jawa.

Perempuan asal Solo, Jawa Tengah ini menggunakan cabai jawa dalam jamunya sebab dipercaya bermanfaat sebagai obat untuk mengobati flu, demam, dan masuk angin. Cabai jawa juga menjadi bahan utama jamu secara turun temurun sejak ibunya menjadi tukang jamu pada tahun 1980-an.

Melalui penjelasan ibunya, Yuk Tarni jadi tahu proses pembuatan jamu secara alami dan dia tahu khasiat-khasiat tanaman obat lainnya, terutama cabai jawa.

“Cabai Jawa, salah satu tanaman obat terpenting di Indonesia sebagai tanaman herbal, obat dan jamu,” ujar dia kepada reporter Mycity.co.id, Selasa (19/4/2022).

Yuk Tarni menerangkan berdasarkan pengalaman Ibunya yang juga  sudah menggunakan cabai Jawa ke dalam ramuan jamunya lantaran memiliki manfaat untuk kesehatan.

“Karena itulah, demi menekuni warisan orang tua dalam usaha ini sayapun menggunakan cabai Jawa, sebagai salah satu komposisi atau bahan pembuatan jamu,” jelasnya.

Cabai jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia yang termasuk ke dalam jenis rempah. Cabai jawa berkerabat dekat dengan tanaman kemukus dan lada. Cabai jawa juga tercatat berkeluarga dekat dengan Piperaceae atau jenis sirih-sirihan.

Di Inggris, cabai jawa dikenal dengan nama Java Long Pepper. Sementara di Indonesia, terkenal dengan beberapa sebutan yakni cabai jamu, lada jawa, lada panjang dan cabai puyeng.

Orang Madura menyebutnya dengan sebutan cabe jharno, cabe ongghu dan cabe solah. Sementara masyarakat Sulawesi menamakannya dengan cabia dan cabian.

Baca Juga:

  1. Mencicipi Steak Ala Jawa di Solo
  2. Dikenal Sebagai Tumbuhan Liar, Ciplukan Ternyata Memiliki Segudang Khasiat
  3. Mengenal Sorgum, Alternatif Pengganti Nasi yang Kaya Manfaat dan Gizi

Orang Sumatera menyebutnya dengan cabai panjang. Masyarakat Sunda menyebutnya cabai Jawa. Masyarakat Jawa sendiri memberi nama cabean, cabe alas hingga cabe Jamu.

Secara morfologi, dalam penjelasan ilmiah cabai jawa merupakan tanaman terna atau tumbuhan dengan batang lunak tidak berkayu. Yang khas dari tanaman ini adalah batangnya yang menjalar dan bisa tumbuh 5 hingga 15 meter.

Cabai jawa juga memiliki buah dengan karakteristik ujung bebas membulat. Bentuknya memanjang dengan warna hijau untuk buah yang masih muda dan merah bagi buah yang telah matang. Susunan buahnya pun beruntai.

Sudah sejak lama dan secara turun temurun, masyarakat mengenal cabai jawa sebagai tanaman dengan berbagai manfaat. Buah cabai jawa digunakan sebagai campuran ramuan jamu.

Buah cabai jawa ini juga digunakan sebagai bahan pengobatan berbagai penyakit seperti masuk angin, flu, dan demam. Di Madura, tanaman ini digunakan sebagai penghangat badan yang dicampur dengan susu, kopi, atau teh.

Sementara itu, beberapa daerah lain di Indonesia menggunakan cabai jawa sebagai obat luar seperti penyakit reumatik dan penyakit beri-beri. Ada juga yang percaya khasiat cabai jawa bisa untuk mengobati tekanan darah rendah, sesak nafas, tekanan darah rendah, influenza, kolera, sakit kepala, hingga lemah syahwat.

Manfaat lain yang banyak dipercaya adalah cabai Jawa digunakan sebagai pengobatan dan penyembuhan penderita kencing manis.

Caranya, petik buah yang masih muda secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah secara perlahan-lahan sampai benar-benar lumat dan ditelan bersama ampasnya.

Oleh sebab segudang khasiat dan manfaat tersebut, cabai jawa dijuluki sebagai harta karun tanaman obat indonesia. Di industri jamu sendiri, cabai jawa sudah diolah menjadi bahan campuran jamu sejak lama.

Berdasarkan catatan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, pemakaian cabai Jawa bisa dengan mengkonsumsi buahnya secara langsung. Namun, bisa juga digunakan melalui proses pengeringan hingga bisa juga berbentuk seduhan.

Cabai Jawa juga dinyatakan sebagai simplisia yang cukup aman dan tidak berbahaya.  Departemen Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan cabai Jawa bisa dipakai sebagai simplisia atau bahan alami yang digunakan untuk obat yang belum mengalami perubahan proses apa pun.

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun. Selain itu, cabai Jawa juga digunakan sebagai bahan yang telah dikeringkan.

Continue Reading

LATEST NEWS

CityView2 minggu ago

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini...

Kesehatan-Kecantikan3 minggu ago

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena...

Hangout4 minggu ago

Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Inilah 6 Tempat Makan Legendaris di Cikini

Cikini terletak di pusat kota Jakarta. Selain menjadi wilayah yang memiliki banyak sejarah, Cikini juga memiliki banyak tempat kuliner. Bahkan...

Traveling4 minggu ago

Pesona Teluk Kabui Raja Ampat yang Punya Gua Hantu Rumah Gurita Raksasa

Membicarakan Kepulauan Raja Ampat nampaknya tidak akan pernah ada habis-habisnya. Pemandangan yang luar biasa, cerita adat masyarakat setempat, bahkan pengalaman-pengalaman...

Properti1 bulan ago

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah...

Lifestyle1 bulan ago

Mengulas Aeroponik, Teknik Bercocok Tanam di Udara yang Cocok untuk Masyarakat Perkotaan Indonesia

Setelah akrab dengan sistem hidroponik, kini muncul sistem tanam aeroponik. Kedua sistem ini sama-sama menggunakan media air. Bedanya, aeroponik menyemprotkan...

Traveling1 bulan ago

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini. Turki...

Pojok1 bulan ago

Tradisi Aji Ugi, Pergumulan Islam & Budaya yang Jadi Kebanggan Orang Bugis

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda....

Infrastruktur1 bulan ago

Begini Rumitnya Konstruksi Tol Semarang-Demak, yang Sekaligus Tanggul Laut

Jalan tol Semarang-Demak dibangun dengan konstruksi khusus beberapa lapis di atas laut untuk juga menjadi tanggul laut sebagai antisipasi banjir...

Properti1 bulan ago

Kota Mandiri Terus Bermunculan di Kawasan Penyangga DKI Jakarta

Pengembangan kota mandiri atau township di berbagai wilayah penyangga Jakarta terus berkembang. Beberapa hal yang menjadi pendorong yaitu perkembangan infrastruktur,...

Histori1 bulan ago

Asal-muasal Nama Depok, Tempat Pertapaan Prabu Siliwangi yang Kini Jadi Penyangga Ibu Kota

Selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kota Depok juga merupakan wilayah penyangga...

Traveling1 bulan ago

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Asu berada di wilayah...

Internasional1 bulan ago

Rusia Dinilai Sudah Menang Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Pengamat militer dari lembaga think tank RUSI (Royal United Services Institute) di London, Inggris, Neil Melvin, menilai bahwa Rusia sudah...

Internasional1 bulan ago

Putin Minta Militer Rusia Terus Gempur Ukraina

Usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada Senin (4/7/2022) waktu setempat, Presiden Rusia Vladimir Putin meminta pasukannya...

Bisnis1 bulan ago

Tinggal Selangkah Lagi Jadi Unicorn, Startup Fesyen Zilingo Kini Terancam Bangkrut

Meskipun dua pendirinya Dhruv Kapoor dan Ankiti Bose memilih berdamai demi menyelamatkan perusahaan, namun, nasi startup fesyen business-to-business Zilingo saat...

Internasional1 bulan ago

Pemerintah Rusia Konfirmasi Zelensky Titip Pesan Khusus ke Putin Lewat Jokowi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ternyata menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), untuk disampaikan ke Presiden...

Properti1 bulan ago

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak...

Infrastruktur1 bulan ago

Mantap, Tol Trans Sumatera Dapat Suntikan Dana Rp2,9 Triliun

BUMN SMI memberikan pinjaman investasi untuk proyek tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) yang dikerjakan WST senilai Rp2,9...

Nasional1 bulan ago

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi Diperpanjang Hingga 3 Bulan

Pemerintah berupaya untuk menemukan keseimbangan terkait pengendalian minyak goreng dari sisi hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang...

COVID-19Update1 bulan ago

Korea Utara Sebut Benda Alien di Perbatasan Korsel Sebagai Penyebab Pandemi Covid-19

Korea Utara mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19. Mereka menyatakan wabah Covid-19 di negara mereka dimulai dari pasien yang menyentuh...

Internasional1 bulan ago

Serangan Dilakukan Acak, Wanita di AS Ditembak di Kepala saat Dorong Bayi

Sampai kini masih terus terjadi kasus penembakan maut di Amerika Serikat (AS). Bahkan, baru-baru ini kasus tersebut kembali terjadi hingga...

Trending