Connect with us

Lifestyle

Bikin Sampah Lebih Bersih dan Bebas Bau, Apa Itu Sanitary Landfill?

Published

on

Tempat Pembuangan Akhir

Permasalahan sampah merupakan isu penting khususnya di daerah perkotaan yang selalu menjadi permasalahan dan dihadapi setiap saat. Akibat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk, tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula sampah yang dihasilkan.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kota-kota besar maupun kecil di Indonesia menghadapi masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang menimbulkan banyak gangguan terhadap lingkungan.

Sampah akan terus diproduksi dari hasil aktivitas manusia selama mereka hidup maupun dari proses-proses alam, sehingga diperlukan lahan yang pantas untuk tempat pembuangan sekaligus dilakukan pengelolaan sampah yang baik agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan.

Karena terbatasnya lahan yang layak untuk lokasi pembuangan sampah, maka penempatan TPA dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu masalah biaya operasional yang tinggi dalam pengelolaan sampah, mengakibatkan terbatasnya upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah. Untuk itu diperlukan penganalisisan TPA berdasar aspek teknis, lingkungan, dan finansial.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan komponen penting dalam sistem manajemen pengelolaan sampah. Salah satu program nasional di setiap daerah yaitu penyediaan TPA sebagai konsep berkelanjutan manajemen pengelolaan sampah. TPA disediakan oleh pemerintah sebagai bentuk tanggungjawab terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Kebersihan lingkungan dan TPA yang aman akan memberi keuntungan bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan secara menyeluruh. Pengadaan TPA dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat penimbunan sampah.

Permasalahan yang dihadapi adalah kehadiran TPA seringkali menimbulkan dilema. TPA dibutuhkan tetapi sekaligus tidak diinginkan kehadirannya di ruang pandang.

Kebutuhan akan lokasi TPA yang aman di tengah perkembangan penduduk yang pesat menjadi masalah bagi tiap-tiap wilayah. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara mendapatkan lokasi pembuangan sampah tersebut secara tepat dan aman.

Baca Juga:

  1. Dilema Mengatasi Kemiskinan Kota
  2. Jakarta dan Permukiman Kumuh Bagian 1: Pembangunan Kota Jelang Asian Games
  3. Asal-usul Nama Kramat Jati, Tempatnya Pohon Keramat di Jakarta Timur

Lokasi TPA yang aman berkaitan dengan minimalnya pencemaran yang diakibatkan pembuangan limbah seperti minimalnya pencemaran air tanah, pencemaran udara serta gangguan estetika yang memerlukan penanganan intensif.

TPA yang baik dan tidak akan menimbulkan atau menjadi masalah dalam pembuangan sampah ke TPA adalah TPA yang berbasiskan sanitary landfill atau controlled landfill

Secara umum di Indonesia terdapat dua proses pengelolaan sampah, yaitu Sanitary Landfill dan Open Dumping.

Sanitary Landfill adalah sistem pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut, kemudian menutupnya dengan tanah.

Sedangkan Open Dumping adalah sistem pembuangan sampah dengan cara membuang sampah begitu saja di tanah lapang terbuka tempat pembuangan akhir tanpa adanya tindak lanjut sehingga dinilai dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.

Metode yang paling umum digunakan di TPA Indonesia ialah metode Sanitary Landfill.

Lengkapnya, Sanitary Landfill adalah adalah sistem pengelolaan sampah yang banyak digunakan di Indonesia. Sistem pengelolaan sampah ini menggunakan cara pembuangan sampah dengan menumpuknya di lokasi yang cekung. Sampah yang dibuang dan ditumpuk kemudian dipadatkan dan ditimbun dengan tanah.

Lokasi cekung yang dipilih harus jauh dari pemukiman warga agar terhindar dari bau menyengat dan masalah sosial lainnya. Sampah yang ditumpuk pada Sanitary Landfill ini pastinya terdiri dari banyak bibit penyakit, sehingga perlu dijauhkan dari tempat tinggal manusia.

Namun, yang perlu diperhatikan sebelum Sanitary Landfill ialah harus memiliki beberapa elemen berupa Lining System yang merupakan bagian terbawah dan harus bersentuhan dengan tanah. Lining System ini biasanya terbuat dari campuran tanah dan betonite yang membantu pembusukan sampah agar tidak merembes ke tanah dan mencegah pencemaran air tanah.

Kemudian, ada sistem Leachate Collection yang dibuat untuk mengumpulkan lindi, yaitu cairan hasil pembusukan sampah yang terkontaminasi oleh bakteri dan bahan kimia lain. Tujuan dari pembuatan sistem ini agar tidak ada lindi yang menggenang dan merembes ke dalam tanah yang berujung pencemaran.

Selanjutnya ada sistem cover or cap yang dibuat untuk melindungi tumpukan sampah dari air hujan. Fungsi lain juga agar lindi tidak terlalu menggenang.

Lalu, ada sistem ventilasi. Sanitary Landfill membutuhkan ventilasi untuk sirkulasi udara yang lebih baik. Sampah yang membusuk menghasilkan gas metana, dan berisiko meledak. Maka dari itu, sistem ventilasi sangat diperlukan.

Yang terakhir ada sistem monitor. Sistem monitor berguna untuk memantau, mengawasi, dan memberi peringatan jika terjadi kendala seperti kebocoran sampah yang dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Adapun keuntungan dari Sanitary Landfill ialah murah. Penggunaan metode ini tidak memerlukan investasi yang cukup besar. Hanya membutuhkan lahan luas dan jauh dari permukiman warga. Penggunaan metode ini pun cukup mudah.

Selain itu, persiapan dari metode pengelolaan ini membutuhkan waktu singkat, dapat menampung banyak sampah dari berbagai jenis, mengurangi polusi udara dan penghasil energi listrik. Gas metana yang keluar dari timbunan sampah dapat dijadikan bahan bakar penggerak turbin.

Di sisi lain, metode ini juga memiliki beberapa kerugian. Jika metode ini tidak dioperasikan dengan cermat dan baik, maka kemungkinan besar akan terjadi pencemaran air. Biasanya, sampah organik atau kimia menghasilkan cairan berbahaya dan merembes ke dalam tanah.

Selain itu, ada bayangan dari ledakan dari gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah.

Metode Sanitary Landfill juga membutuhkan lahan yang luas. Kekurangan ini khususnya dirasakan pada wilayah kota besar dan dengan penduduk yang padat.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Published

on

ilustrasi anak bermain gadget

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan video game sampai-sampai berbahaya bagi perkembangan mental dan fisik mereka.

Jika ini sama untuk anak-anak Anda, ini pasti menjadi masalah yang sangat mengkhawatirkan Anda.

Jadi, Anda bertanya pada diri sendiri, “Haruskah saya melakukan sesuatu tentang ini?” Pastinya! Gadget mungkin menyenangkan bagi anak-anak Anda, tetapi bisa sangat membuat ketagihan.

Mereka mungkin menjadi penyebab efek yang tidak menguntungkan pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.

Mematahkan kecanduan ini dapat menjadi tantangan, terutama jika anak-anak Anda belum menemukan kegembiraan pergi ke luar untuk bermain dan menjelajah.

Bermain di luar sangat dianjurkan untuk anak-anak karena memberikan mereka aktivitas fisik yang sehat. Ini juga menawarkan kesempatan untuk mengembangkan dan menerapkan kemampuan kreatif dan mengajari mereka cara bermain dalam kelompok dan berbagi dengan teman bermain mereka.

Seperti orang dewasa, anak-anak terpesona oleh perangkat elektronik dan kecenderungan untuk menjalani kehidupan digital. Tetapi jika kesehariannya hanya terpaku di depan layar, situasi tersebut tentu tidak bisa dibiarkan. 

Baca Juga:

  1. Mengatasi Rumination, Perasaan Terjebak dalam Pikiran Negatif dan Terus Berulang
  2. Kenali Stunting, Kekerdilan pada Anak yang Harus Dicegah Sekarang Juga
  3. Anak Mengalami Fobia Sosial? Simak Cara Mengatasinya

Tidak mudah untuk memisahkan mereka, namun tidak perlu putus asa. Ada tujuh cara kreatif yang bisa dicoba untuk menghilangkan kecanduan gadget anak Anda, terutama anak yang masih dalam rentang usia prasekolah dasar.

  • Jadilah contoh yang baik

Anak-anak belajar dengan mengikuti jejak Anda, jadi jika Anda ingin mengambil kebiasaan sehat, Anda harus menerapkannya pada diri sendir terlebih dahulu.

Berlatih menjauh dari laptop, tablet, dan ponsel Anda setidaknya selama beberapa jam setiap hari. Manjakan diri dengan hobi dan kategori hiburan lainnya. Yang terpenting, habiskan waktu berkualitas bersama anak dan keluarga.

  • Jauhkan gadget

Tempatkan perangkat dan gadget sedemikian rupa sehingga tidak dapat diakses oleh anak-anak Anda sesuka hati.

Pastikan Anda tahu kapan anak-anak Anda menggunakan perangkat, dan apa yang sebenarnya mereka lakukan di perangkat tersebut sehingga Anda dapat menjauhkan mereka dari aktivitas yang adiktif dan tidak produktif.

  • Ubah rutinitas

Jadwalkan rutinitas harian sedemikian rupa sehingga waktu layar tidak sesuai dengan waktu luang anak-anak Anda. Pastikan bahwa anak-anak Anda terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan mereka untuk menyingkirkan gadget.

  • Hindari menggunakan terlalu banyak pembelajaran digital

Ya, video adalah cara yang bagus untuk membuat anak-anak Anda belajar, dan Anda mungkin menggunakannya kadang-kadang.

Namun, jika Anda membiasakan metode pembelajaran ini secara teratur, Anda mungkin memicu kecanduan anak-anak Anda.

Ingat, anak-anak Anda perlu menjadi tertarik dengan cara belajar yang berbeda. Selain itu, anak-anak yang terpapar pembelajaran melalui video di usia muda sering kali mengalami kesulitan membaca dan menulis.

  • Dorong kegiatan di luar ruangan

Kegiatan di luar ruangan tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membantu anak Anda belajar bermain dengan anak lain. Mereka juga merupakan cara yang bagus untuk mengembangkan keterampilan motorik kasar.

  • Bermain pura-pura adalah ide yang bagus

Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mengajar dan menikmati bersama anak kecil. Anda dapat membuat permainan sendiri dengan memerankan karakter favorit untuk menghibur anak-anak Anda dan menghabiskan waktu bersenang-senang dengan anak-anak Anda saat memainkannya. Ini adalah situasi win-win untuk semua orang!

Setelah sekian lama anak anda mengonsumsi konten terutama di Youtube, anak Anda sudah terbiasa untuk menikmati cerita. Setelah menyetop waktu gadget anak, tugas anda selanjutnya adalah meluangkan waktu bermain bersama mereka dan menjadi pencerita.

Manfaatkan mainan sebagai tokoh-tokoh dalam cerita karangan anda. Tidak perlu memusingkan alur cerita, mengalir saja, tunjukan ekspresi-ekspresi unik, Anak anda pun akan suka.

Mereka akan mudah melupakan gadget. Sebagai gantinya, Anda yang akan diburu untuk bermain bersama mereka.

Jadi, manfaatkan tips ini dan bantu anak Anda melepaskan diri dari gadget dan sebagai gantinya menghabiskan waktu bersama keluarga, hewan peliharaan, dan alam sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia!

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Published

on

Ganja

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat untuk Rakyat di Sirkuit Internasional Chang, Provinsi Buri Ram.

Namun, bagaimana dengan efek ganja itu sendiri bagi tubuh? Diketahui, ganja ternyata juga memiliki manfaat dalam kesehatan, seperti untuk pengobatan di beberapa macam penyakit.

Peneliti mengatakan menghasilakan sejumlah orang jadi jarang datang ke dokter, untuk berobat jika penggunaan ganja untuk mengobati kondisi medis. Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyetujui untuk menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia pada akhri 2020 lalu. Hal ini sebagaimana yang direkomendasikan oleh rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, ganja juga bisa dipakai untuk keperluan medis. Di mana kandungan Tetrahidrokanabinol (THC) bertanggung jawab pada kondisi mental seseorang atas efek ganja.

Akan tetapi berdasarkan Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Inggris, sejumlah tanaman ganja mengandung sangat sedikt THC. Ganja pun turut mengandung dronabinol yang dapat digunakan untuk mengobatau rasa mual dan muntah akibat pasien menjalani kemoterapi kanker.

Baca Juga:

  1. Peran Ganja untuk Pengobatan Kanker Payudara
  2. Siswa Diduga Tewas Akibat Overdosis, Thailand Larang Remaja Konsumsi Ganja
  3. Resmi Jadi Barang Legal, Warga Thailand Borong Minuman sampai Permen Ekstrak Ganja

Tak hanya itu saja, dalam mengobati kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan pada penyintas HIV/AIDS, dronabinol ini juga dapat dipergunakan. Ganja juga dikatakan bisa mengurangi rasa cemas dan depresi atau gangguan mental umum pada seseorang.

Untuk pengobatan depresi dan kecemasan itu telah dikenal kandungan CBD. Komponen tertentu dari mariyuana, termasuk CBD ini bertanggung jawab atas efek penghilang rasa sakit. Hal ini pun telah ditemukan oleh para ilmuwan.

Kemudian, CBD diketahui juga membantu mengurangi nyeri kronis dengan memengaruhi aktivitas reseptor endocannabinoid, mengurangi peradangan, dan berinteraksi dengan neurotransmitter. Ini diungkapkann oleh penelitian yang diunggah di National Library of Medicine.

Di sisi lain jika disalah gunakan, ganja dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Di mana bisa menyebabkan gangguan otak dan lain sebagainya.

Peneliti terbaru memperkirakan bahwa “kira-kira 3 dari 10 orang yang menggunakan ganja memiliki gangguan penggunaan ganja,” semacam ketergantungan. Hal ini menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Oleh sebab itu harus berdasarkan resep dokter dan dipantau oleh dokter yang berwenang untuk penggunaan ganja secara medis tersebut. Dikarenakan berpotensi mengakibatkan ketergantungan serta penyalahgunaan, penggunaan ganja ini tidak dapat sembarangan dan tanpa kontrol medis.

Maka dari itu pejabat Thailand sendiri khawatir ganja disalahgunakan oleh masyarakatkan, terutama kaum muda. Di mana ganja malah digunakan hanya untuk keperluan rekreasi.

Hal tersebut dinilai dapat menghambat kinerja otak dalam belajar, sehingga remaja menjadi bodoh. Sebab itu, kepada kelompok usia di bawah 25 tahun diperingatkan oleh Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Kesehatan Thailand Somsak Akksilp bahwa ganja tidak dipakai untuk keperluan rekreasi.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Cabai Jawa: Primadona Jamu, Dianggap Sebagai Harta Karun Tanaman Obat di Indonesia

Published

on

By

cabai jawa

Tukang jamu bersepeda itu menjadi langganan masyarakat di kawasan Kelurahan Utan Kayu Utara. Yuk Tarni, namanya. Dengan wajah sumringah, dia menawarkan jamu buatannya kepada masyarakat di sana.

Saban sore, perempuan berhijab yang sering mengenakan kaos panjang itu berkeliling kampung berdagang jamu buatannya sendiri yang menurut orang sekitar, khasiatnya sangat terasa. Salah satu bahan jamu yang digunakan oleh Yuk Tarni adalah Cabai Jawa.

Perempuan asal Solo, Jawa Tengah ini menggunakan cabai jawa dalam jamunya sebab dipercaya bermanfaat sebagai obat untuk mengobati flu, demam, dan masuk angin. Cabai jawa juga menjadi bahan utama jamu secara turun temurun sejak ibunya menjadi tukang jamu pada tahun 1980-an.

Melalui penjelasan ibunya, Yuk Tarni jadi tahu proses pembuatan jamu secara alami dan dia tahu khasiat-khasiat tanaman obat lainnya, terutama cabai jawa.

“Cabai Jawa, salah satu tanaman obat terpenting di Indonesia sebagai tanaman herbal, obat dan jamu,” ujar dia kepada reporter Mycity.co.id, Selasa (19/4/2022).

Yuk Tarni menerangkan berdasarkan pengalaman Ibunya yang juga  sudah menggunakan cabai Jawa ke dalam ramuan jamunya lantaran memiliki manfaat untuk kesehatan.

“Karena itulah, demi menekuni warisan orang tua dalam usaha ini sayapun menggunakan cabai Jawa, sebagai salah satu komposisi atau bahan pembuatan jamu,” jelasnya.

Cabai jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia yang termasuk ke dalam jenis rempah. Cabai jawa berkerabat dekat dengan tanaman kemukus dan lada. Cabai jawa juga tercatat berkeluarga dekat dengan Piperaceae atau jenis sirih-sirihan.

Di Inggris, cabai jawa dikenal dengan nama Java Long Pepper. Sementara di Indonesia, terkenal dengan beberapa sebutan yakni cabai jamu, lada jawa, lada panjang dan cabai puyeng.

Orang Madura menyebutnya dengan sebutan cabe jharno, cabe ongghu dan cabe solah. Sementara masyarakat Sulawesi menamakannya dengan cabia dan cabian.

Baca Juga:

  1. Mencicipi Steak Ala Jawa di Solo
  2. Dikenal Sebagai Tumbuhan Liar, Ciplukan Ternyata Memiliki Segudang Khasiat
  3. Mengenal Sorgum, Alternatif Pengganti Nasi yang Kaya Manfaat dan Gizi

Orang Sumatera menyebutnya dengan cabai panjang. Masyarakat Sunda menyebutnya cabai Jawa. Masyarakat Jawa sendiri memberi nama cabean, cabe alas hingga cabe Jamu.

Secara morfologi, dalam penjelasan ilmiah cabai jawa merupakan tanaman terna atau tumbuhan dengan batang lunak tidak berkayu. Yang khas dari tanaman ini adalah batangnya yang menjalar dan bisa tumbuh 5 hingga 15 meter.

Cabai jawa juga memiliki buah dengan karakteristik ujung bebas membulat. Bentuknya memanjang dengan warna hijau untuk buah yang masih muda dan merah bagi buah yang telah matang. Susunan buahnya pun beruntai.

Sudah sejak lama dan secara turun temurun, masyarakat mengenal cabai jawa sebagai tanaman dengan berbagai manfaat. Buah cabai jawa digunakan sebagai campuran ramuan jamu.

Buah cabai jawa ini juga digunakan sebagai bahan pengobatan berbagai penyakit seperti masuk angin, flu, dan demam. Di Madura, tanaman ini digunakan sebagai penghangat badan yang dicampur dengan susu, kopi, atau teh.

Sementara itu, beberapa daerah lain di Indonesia menggunakan cabai jawa sebagai obat luar seperti penyakit reumatik dan penyakit beri-beri. Ada juga yang percaya khasiat cabai jawa bisa untuk mengobati tekanan darah rendah, sesak nafas, tekanan darah rendah, influenza, kolera, sakit kepala, hingga lemah syahwat.

Manfaat lain yang banyak dipercaya adalah cabai Jawa digunakan sebagai pengobatan dan penyembuhan penderita kencing manis.

Caranya, petik buah yang masih muda secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah secara perlahan-lahan sampai benar-benar lumat dan ditelan bersama ampasnya.

Oleh sebab segudang khasiat dan manfaat tersebut, cabai jawa dijuluki sebagai harta karun tanaman obat indonesia. Di industri jamu sendiri, cabai jawa sudah diolah menjadi bahan campuran jamu sejak lama.

Berdasarkan catatan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, pemakaian cabai Jawa bisa dengan mengkonsumsi buahnya secara langsung. Namun, bisa juga digunakan melalui proses pengeringan hingga bisa juga berbentuk seduhan.

Cabai Jawa juga dinyatakan sebagai simplisia yang cukup aman dan tidak berbahaya.  Departemen Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan cabai Jawa bisa dipakai sebagai simplisia atau bahan alami yang digunakan untuk obat yang belum mengalami perubahan proses apa pun.

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun. Selain itu, cabai Jawa juga digunakan sebagai bahan yang telah dikeringkan.

Continue Reading

LATEST NEWS

Lifestyle21 jam ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView1 hari ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout1 hari ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis2 hari ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi2 hari ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya2 hari ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView2 hari ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 hari ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 hari ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Edukasi1 minggu ago

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid...

Internasional1 minggu ago

Mantan Presiden Rusia: AS Harus Merangkak & Memohon

Pernyataan kontroversial kembali dikeluarkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kali ini ia mengatakan untuk berdiskusi soal pengurangan senjata nuklir,...

Hangout1 minggu ago

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang? Bagi...

Kesehatan-Kecantikan1 minggu ago

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat...

Properti1 bulan ago

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala...

Properti1 bulan ago

Ayo Serbu, Ada Rumah Tapak Rasa Apartemen di Tanjung Barat

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan kalangan pengembang seiring perubahan tren dan lifestyle masyarakat perkotaan. Konsep hunian rumah tapak dengan desain...

Internasional1 bulan ago

Insiden Penembakan Maut di Sekolah Dasar Texas, 18 Anak & 3 Orang Dewasa Tewas

Para pejabat setempat mengatakan jumlah korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) (sebelumnya ditulis TK) di South Texas, Amerika Serikat...

Traveling2 bulan ago

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum ini...

Nasional2 bulan ago

Hampir Sembuh, Ade Armando Tak Sabar Kembali Berjuang

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) dan juga pegiat media sosial, Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April 2022...

Teknologi2 bulan ago

WhatsApp Rilis 11 Fitur Baru, Begini Cara Pakainya

Pada tahun 2022 ini Whatsapp akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang telah dimilikinya. Berbagai fitur tersebut diciptakan agar dapat meningkatkan...

Internasional2 bulan ago

Mengerikan, Begini Penampakan Kuburan Massal Rusia & Ukraina

Perang antara Rusia dengan Ukraina menyebabkan penderitaan bagi seluruh penduduknya, terutama warga sipil. Pihak Ukraina pun melaporkan di sekitaran ibu...

Nasional2 bulan ago

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenkes Siapkan 13.968 Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan guna mengantisipasi pemudik yang sakit atau memerlukan pertolongan medis secara cepat dan memadai....

Trending