Connect with us

COVID-19Update

Terungkap, Ini Kelemahan Terbesar Vaksin Sinovac

Published

on

Vaksin Sinovac

Penelitian terbaru yang dilakukan tim National Center for Infectious Diseases (NCID) dan Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura menemukan kelemahan terbesar dari Vaksin Sinovac. Apa itu?

Seperti dilansir dari Bernama, Sabtu (16/4/2022), hasil penelitian ini cukup mengejutkan. Hasil penelitian NCID dan MOH mengungkapkan orang yang menggunakan Vaksin Sinovac hampir lima kali lebih mungkin mengalami gejala parah Covid-19 dibandingkan mereka yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech/Comirnaty.

Hal ini terungkap dengan pengamatan efektivitas yang relatif lebih rendah dari dua vaksin virus utuh yang tidak aktif (Sinovac dan Sinopharm), terhadap infeksi Covid-19 dibandingkan dengan vaksin mRNA (Pfizer-BioNTech dan Moderna).

Baca Juga:

  1. Gua Gong, Primadona Pacitan Pemilik Danau dan Ruang Misterius
  2. Taman Nasional Lorentz, Pesona Papua dari Danau di Atas Awan Hingga Rumah Para Satwa
  3. Ikhtiar Revitalisasi Taman Nusa Bali untuk Bangkitkan Pariwisata dari Tidur Panjang

Mereka menyimpulkan vaksin Sinovac 4,59 kali kemungkinan mengalami gejala Covid-19 lebih parah dibandingkan dengan mereka yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech. Mereka juga 2,37 kali lebih mungkin terinfeksi, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech.

“Individu yang divaksin dengan dua dosis vaksin virus utuh yang tidak aktif diamati memiliki perlindungan yang lebih rendah terhadap infeksi Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang divaksinasi dengan vaksin mRNA,” kata penelitian yang dipublikasikan pada Selasa (12/4/2022), dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (16/4/2022).

“Namun demikian, baik vaksin mRNA dan vaksin virus utuh yang tidak aktif, memberikan perlindungan yang cukup terhadap gejala parah Covid-19 dan vaksinasi tetap menjadi strategi utama melawan pandemi.”

Adapun, gejala parah dalam penelitian tersebut didefinisikan sebagai mereka yang membutuhkan suplementasi oksigen di rumah sakit, masuk unit perawatan intensif (ICU), atau kematian.

Temuan itu juga menunjukkan bahwa vaksin Moderna lebih efektif dalam mencegah gejala parah dibandingkan dengan vaksin Pfizer-BioNTech.

Mereka yang menggunakan Moderna ditemukan kurang dari setengah (0,42) kali lebih mungkin mengembangkan Covid-19 yang parah daripada penerima Pfizer-BioNTech, dan mereka juga lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi.

Mengutip laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS), efektivitas vaksin Moderna yang lebih tinggi kemungkinan karena kandungan mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna dan interval waktu yang lebih lama antara suntikan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19Update

Respons AS, Kemenkes: Aplikasi PeduliLindungi Aman!

Published

on

By

Aplikasi PeduliLindungi

PeduliLindungi yang berfungsi sebagai aplikasi tracing kasus virus corona (Covid-19) menjamin keamanan data pengguna. Hal ini dikatakan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes menyampaikan laporan Kedutaan dan Konsulat Amerika Serikat (AS) Indonesia pada Minggu (17/4/2022) yang mengatakan aplikasi PeduliLindungi diduga melanggara HAM terkait privasi individu.

Lewat akun Twitter @KemenkesRI menuliskan kalimat yang berbunyi, “Tuduhan ini tidaklah beralasan. Apabila dibaca dengan seksama, tidak ada sangkaan bahwa PeduliLindungi melanggar HAM. Tata kelola aplikasi PeduliLindungi jelas bahwa keamanan dan perlindungan data pengguna adalah prioritas utama.”

Kemenkes mengungkapkan telah sesuai dengan kesepakatan global dalam Joint Statement Badan Kesehatan Dunia (WHO) on Data Protection and Privacy in the Covid-19 Response tahun 2020 lalu untuk pengembangan aplikasi ini.

Baca Juga:

  1. AS Soroti Pelanggaran HAM di Aplikasi PeduliLindungi
  2. Ayo Daftar, Ini Jadwal Rekrutmen Bersama BUMN 2022
  3. Kaesang Beberkan Rencana Jokowi Usai Tak Lagi Jadi Presiden RI

Selain itu, dalam suatu kerangka kerja perlindungan dan keamanan data yang disebut Data Ownership and Stewardship seluruh fitur PeduliLindungi beroperasi. Mengenai pemakaian data, aplikasi ini pun meminta persetujuan pengguna. Sehingga apabila diizinkan oleh pengguna, barulah PeduliLindungi bisa mengakses dan mengumpulkan data yang sifatnya pribadi dan sensitif.

Kemenkes juga menyebutkan aplikasi PeduliLindungi berfungsi mengumpulkan data pasien Covid-19, vaksinasi hingga riwayat perjalanan baik dari dalam maupun luar negeri sejak awal kehadirannya. Terkait penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air, data tersebut bertujuan untuk pengambilan keputusan.

PeduliLindungi telah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah alias mereka dengan status vaksinasi belum lengkap memasuki ruang publik sepanjang tahun 2021-2022. Sementara itu, AS diketahui mengeluarkan laporan berjudul ‘2021 Country Reports on Human Rights Practices: Indonesia’ pada beberapa hari kebelangkang ini.

Di mana dalam laporan itu menyoroti penggunaan PeduliLindungi yang dinilai bermuatan motif pelanggaran privasi masyarakat. Kemudian laporan tersebut pun mengatakan terkait keseluruhan informasi yang dikumpulkan oleh aplikasi PeduliLindungi.

Seperti tentang bagaimana data-data masyarakat disimpan dan digunakan oleh pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) turut sempat menyatakan keprihatinan mereka akan hal ini.

Continue Reading

COVID-19Update

Ini Waktu Paling Tepat Vaksinasi Booster Sebelum Mudik Lebaran

Published

on

By

Vaksinasi Booster

Pada dasarnya, vaksinasi booster harus memenuhi syarat yakni jeda 6 bulan setelah vaksin dosis kedua. Selain itu, vaksin booster dapat dilakukan setelah mendapatkan tiket vaksin booster.

Menjelang mudik Lebaran 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewajibkan vaksinasi booster sebagai syarat untuk warga pulang ke kampung halaman.

Antibodi kekebalan usai vaksin booster tak langsung terbentuk. Setidaknya butuh waktu satu hingga dua minggu untuk antibodi terbentuk pasca vaksin. Dengan demikian, bagi kalian yang hendak melakukan mudik, sebaiknya hindari mendapatkan vaksinasi booster di hari H mudik.

Baca Juga:

  1. Kian Membaik, Ade Armando Kini Sudah Bisa Tertawa
  2. Begini Kronologi Lengkap Debat Luhut Binsar Pandjaitan & Mahasiswa UI
  3. Usai Sembuh, Ade Armando Janji Bakal Lebih Menggila

“Kita mengimbau kepada masyarakat kalau kita mau mudik nyaman dan aman hendaknya segera vaksin booster, jangan dipaksain vaksinasi booster pada saat mudik sehingga menghindari penumpukan keramaian di tempat vaksin,” kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi.

Siti Nadia juga menghimbau masyarakat untuk tidak memaksa pergi mudik bila kondisi tubuh sedang tidak enak badan. Jangan sampai kondisi tersebut malah memengaruhi perjalanan.

“Kalau tidak enak badan, terasa pegal, pusing, kan jadi tidak nyaman mudiknya,” ujarnya.

Selain karena antibodi, Siti Nadia juga menyampaikan soal kemungkinan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) booster. Sejauh ini, KIPI pasca vaksinasi booster didominasi oleh reaksi lokal atau kategori ringan. Beberapa KIPI booster adalah nyeri di tempat suntikan, bengkak, kemerahan, dan pegal.

Selama mudik, pemerintah memang menyediakan pos layanan vaksinasi booster di beberapa jalur nih. Harapannya, masyarakat yang belum divaksin bisa segera mendapatkan pelayanan yang mudah diakses.

Jumlah vaksin yang disediakan per hari mencapai 1.000 dosis di pos-pos besar. Sementara itu, estimasi di pos kecil adalah 150 sampai 300 dosis.

Continue Reading

COVID-19Update

Gara-Gara Omicron, Harga Mi Instan di China Sampai Rp905 Ribu

Published

on

By

Lockdown di Shanghai

Merebaknya varian Omicron membuat Kota Shanghai memberlakukan lockdown total. Warga pun tak diperbolehkan untuk keluar rumah.

Hal itu membuat harga kebutuhan pokok melonjak pesat. Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (14/4/2022), harga mi instan dan satu soda bahkan mencapai 400 Yuan atau Rp905 ribu.

“Saya hanya mencoba memasok persediaan. Saya tak yakin berapa lama ini (lockdown) akan berlangsung,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Kehidupan Homo Bataviens, Mereka yang Beradaptasi di Batavia
  2. Dari Zaman Kompeni Sampai Revolusi, Ini Sederet Fakta Tentang Masyarakat Indis
  3. Kala Kota Jakarta Jadi Lubang Kubur Manusia

Salah seorang warga Shanghai, Frank Tsai, harus menyetok persediaan makanan untuk empat hari ke depan. Hal itu sesuai dengan imbauan dari pemerintah.

“Saya memikirkan pasokan makanan saya lebih dari yang pernah saya lakukan sebelumnya,” ungkap dia.

Tak hanya soal makanan, warga Shanghai juga mengeluhkan soal karantina di kotanya. Ini diungkapkan oleh seorang mahasiswa bernama Leona Cheng.

“Ini tidak beralasan dan tidak berkelanjutan. Terlalu banyak orang yang terinfeksi dan angka infeksi terlalu cepat,” ujarnya.

Continue Reading

LATEST NEWS

Lifestyle20 jam ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView24 jam ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout1 hari ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis2 hari ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi2 hari ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya2 hari ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView2 hari ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 hari ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 hari ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Edukasi1 minggu ago

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid...

Internasional1 minggu ago

Mantan Presiden Rusia: AS Harus Merangkak & Memohon

Pernyataan kontroversial kembali dikeluarkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kali ini ia mengatakan untuk berdiskusi soal pengurangan senjata nuklir,...

Hangout1 minggu ago

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang? Bagi...

Kesehatan-Kecantikan1 minggu ago

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat...

Properti1 bulan ago

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala...

Properti1 bulan ago

Ayo Serbu, Ada Rumah Tapak Rasa Apartemen di Tanjung Barat

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan kalangan pengembang seiring perubahan tren dan lifestyle masyarakat perkotaan. Konsep hunian rumah tapak dengan desain...

Internasional1 bulan ago

Insiden Penembakan Maut di Sekolah Dasar Texas, 18 Anak & 3 Orang Dewasa Tewas

Para pejabat setempat mengatakan jumlah korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) (sebelumnya ditulis TK) di South Texas, Amerika Serikat...

Traveling2 bulan ago

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum ini...

Nasional2 bulan ago

Hampir Sembuh, Ade Armando Tak Sabar Kembali Berjuang

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) dan juga pegiat media sosial, Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April 2022...

Teknologi2 bulan ago

WhatsApp Rilis 11 Fitur Baru, Begini Cara Pakainya

Pada tahun 2022 ini Whatsapp akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang telah dimilikinya. Berbagai fitur tersebut diciptakan agar dapat meningkatkan...

Internasional2 bulan ago

Mengerikan, Begini Penampakan Kuburan Massal Rusia & Ukraina

Perang antara Rusia dengan Ukraina menyebabkan penderitaan bagi seluruh penduduknya, terutama warga sipil. Pihak Ukraina pun melaporkan di sekitaran ibu...

Nasional2 bulan ago

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenkes Siapkan 13.968 Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan guna mengantisipasi pemudik yang sakit atau memerlukan pertolongan medis secara cepat dan memadai....

Trending