Connect with us

Kesehatan-Kecantikan

Cabai Jawa: Primadona Jamu, Dianggap Sebagai Harta Karun Tanaman Obat di Indonesia

Published

on

cabai jawa

Tukang jamu bersepeda itu menjadi langganan masyarakat di kawasan Kelurahan Utan Kayu Utara. Yuk Tarni, namanya. Dengan wajah sumringah, dia menawarkan jamu buatannya kepada masyarakat di sana.

Saban sore, perempuan berhijab yang sering mengenakan kaos panjang itu berkeliling kampung berdagang jamu buatannya sendiri yang menurut orang sekitar, khasiatnya sangat terasa. Salah satu bahan jamu yang digunakan oleh Yuk Tarni adalah Cabai Jawa.

Perempuan asal Solo, Jawa Tengah ini menggunakan cabai jawa dalam jamunya sebab dipercaya bermanfaat sebagai obat untuk mengobati flu, demam, dan masuk angin. Cabai jawa juga menjadi bahan utama jamu secara turun temurun sejak ibunya menjadi tukang jamu pada tahun 1980-an.

Melalui penjelasan ibunya, Yuk Tarni jadi tahu proses pembuatan jamu secara alami dan dia tahu khasiat-khasiat tanaman obat lainnya, terutama cabai jawa.

“Cabai Jawa, salah satu tanaman obat terpenting di Indonesia sebagai tanaman herbal, obat dan jamu,” ujar dia kepada reporter Mycity.co.id, Selasa (19/4/2022).

Yuk Tarni menerangkan berdasarkan pengalaman Ibunya yang juga  sudah menggunakan cabai Jawa ke dalam ramuan jamunya lantaran memiliki manfaat untuk kesehatan.

“Karena itulah, demi menekuni warisan orang tua dalam usaha ini sayapun menggunakan cabai Jawa, sebagai salah satu komposisi atau bahan pembuatan jamu,” jelasnya.

Cabai jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia yang termasuk ke dalam jenis rempah. Cabai jawa berkerabat dekat dengan tanaman kemukus dan lada. Cabai jawa juga tercatat berkeluarga dekat dengan Piperaceae atau jenis sirih-sirihan.

Di Inggris, cabai jawa dikenal dengan nama Java Long Pepper. Sementara di Indonesia, terkenal dengan beberapa sebutan yakni cabai jamu, lada jawa, lada panjang dan cabai puyeng.

Orang Madura menyebutnya dengan sebutan cabe jharno, cabe ongghu dan cabe solah. Sementara masyarakat Sulawesi menamakannya dengan cabia dan cabian.

Baca Juga:

  1. Mencicipi Steak Ala Jawa di Solo
  2. Dikenal Sebagai Tumbuhan Liar, Ciplukan Ternyata Memiliki Segudang Khasiat
  3. Mengenal Sorgum, Alternatif Pengganti Nasi yang Kaya Manfaat dan Gizi

Orang Sumatera menyebutnya dengan cabai panjang. Masyarakat Sunda menyebutnya cabai Jawa. Masyarakat Jawa sendiri memberi nama cabean, cabe alas hingga cabe Jamu.

Secara morfologi, dalam penjelasan ilmiah cabai jawa merupakan tanaman terna atau tumbuhan dengan batang lunak tidak berkayu. Yang khas dari tanaman ini adalah batangnya yang menjalar dan bisa tumbuh 5 hingga 15 meter.

Cabai jawa juga memiliki buah dengan karakteristik ujung bebas membulat. Bentuknya memanjang dengan warna hijau untuk buah yang masih muda dan merah bagi buah yang telah matang. Susunan buahnya pun beruntai.

Sudah sejak lama dan secara turun temurun, masyarakat mengenal cabai jawa sebagai tanaman dengan berbagai manfaat. Buah cabai jawa digunakan sebagai campuran ramuan jamu.

Buah cabai jawa ini juga digunakan sebagai bahan pengobatan berbagai penyakit seperti masuk angin, flu, dan demam. Di Madura, tanaman ini digunakan sebagai penghangat badan yang dicampur dengan susu, kopi, atau teh.

Sementara itu, beberapa daerah lain di Indonesia menggunakan cabai jawa sebagai obat luar seperti penyakit reumatik dan penyakit beri-beri. Ada juga yang percaya khasiat cabai jawa bisa untuk mengobati tekanan darah rendah, sesak nafas, tekanan darah rendah, influenza, kolera, sakit kepala, hingga lemah syahwat.

Manfaat lain yang banyak dipercaya adalah cabai Jawa digunakan sebagai pengobatan dan penyembuhan penderita kencing manis.

Caranya, petik buah yang masih muda secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah secara perlahan-lahan sampai benar-benar lumat dan ditelan bersama ampasnya.

Oleh sebab segudang khasiat dan manfaat tersebut, cabai jawa dijuluki sebagai harta karun tanaman obat indonesia. Di industri jamu sendiri, cabai jawa sudah diolah menjadi bahan campuran jamu sejak lama.

Berdasarkan catatan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, pemakaian cabai Jawa bisa dengan mengkonsumsi buahnya secara langsung. Namun, bisa juga digunakan melalui proses pengeringan hingga bisa juga berbentuk seduhan.

Cabai Jawa juga dinyatakan sebagai simplisia yang cukup aman dan tidak berbahaya.  Departemen Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan cabai Jawa bisa dipakai sebagai simplisia atau bahan alami yang digunakan untuk obat yang belum mengalami perubahan proses apa pun.

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun. Selain itu, cabai Jawa juga digunakan sebagai bahan yang telah dikeringkan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan-Kecantikan

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Published

on

Ganja

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat untuk Rakyat di Sirkuit Internasional Chang, Provinsi Buri Ram.

Namun, bagaimana dengan efek ganja itu sendiri bagi tubuh? Diketahui, ganja ternyata juga memiliki manfaat dalam kesehatan, seperti untuk pengobatan di beberapa macam penyakit.

Peneliti mengatakan menghasilakan sejumlah orang jadi jarang datang ke dokter, untuk berobat jika penggunaan ganja untuk mengobati kondisi medis. Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyetujui untuk menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia pada akhri 2020 lalu. Hal ini sebagaimana yang direkomendasikan oleh rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, ganja juga bisa dipakai untuk keperluan medis. Di mana kandungan Tetrahidrokanabinol (THC) bertanggung jawab pada kondisi mental seseorang atas efek ganja.

Akan tetapi berdasarkan Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Inggris, sejumlah tanaman ganja mengandung sangat sedikt THC. Ganja pun turut mengandung dronabinol yang dapat digunakan untuk mengobatau rasa mual dan muntah akibat pasien menjalani kemoterapi kanker.

Baca Juga:

  1. Peran Ganja untuk Pengobatan Kanker Payudara
  2. Siswa Diduga Tewas Akibat Overdosis, Thailand Larang Remaja Konsumsi Ganja
  3. Resmi Jadi Barang Legal, Warga Thailand Borong Minuman sampai Permen Ekstrak Ganja

Tak hanya itu saja, dalam mengobati kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan pada penyintas HIV/AIDS, dronabinol ini juga dapat dipergunakan. Ganja juga dikatakan bisa mengurangi rasa cemas dan depresi atau gangguan mental umum pada seseorang.

Untuk pengobatan depresi dan kecemasan itu telah dikenal kandungan CBD. Komponen tertentu dari mariyuana, termasuk CBD ini bertanggung jawab atas efek penghilang rasa sakit. Hal ini pun telah ditemukan oleh para ilmuwan.

Kemudian, CBD diketahui juga membantu mengurangi nyeri kronis dengan memengaruhi aktivitas reseptor endocannabinoid, mengurangi peradangan, dan berinteraksi dengan neurotransmitter. Ini diungkapkann oleh penelitian yang diunggah di National Library of Medicine.

Di sisi lain jika disalah gunakan, ganja dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Di mana bisa menyebabkan gangguan otak dan lain sebagainya.

Peneliti terbaru memperkirakan bahwa “kira-kira 3 dari 10 orang yang menggunakan ganja memiliki gangguan penggunaan ganja,” semacam ketergantungan. Hal ini menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Oleh sebab itu harus berdasarkan resep dokter dan dipantau oleh dokter yang berwenang untuk penggunaan ganja secara medis tersebut. Dikarenakan berpotensi mengakibatkan ketergantungan serta penyalahgunaan, penggunaan ganja ini tidak dapat sembarangan dan tanpa kontrol medis.

Maka dari itu pejabat Thailand sendiri khawatir ganja disalahgunakan oleh masyarakatkan, terutama kaum muda. Di mana ganja malah digunakan hanya untuk keperluan rekreasi.

Hal tersebut dinilai dapat menghambat kinerja otak dalam belajar, sehingga remaja menjadi bodoh. Sebab itu, kepada kelompok usia di bawah 25 tahun diperingatkan oleh Direktur Jenderal Departemen Pelayanan Kesehatan Thailand Somsak Akksilp bahwa ganja tidak dipakai untuk keperluan rekreasi.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Dikenal Sebagai Tumbuhan Liar, Ciplukan Ternyata Memiliki Segudang Khasiat

Published

on

By

buah ciplukan

Semasa kanak-kanak, saya mengenal buah ini sebagai tanaman liar yang biasa dipetik oleh teman-teman saya. Mereka memakannya, sebagian lagi dibuat mainan, dan sebagian lagi diberi ke ibunya untuk diolah menjadi manisan.

Dahulu, buah ini banyak ditemui di sudut-sudut kampung dan sawah tempat saya bermain. Bersama kecubung, tanaman yang tidak bisa kami konsumsi, serta pohon keres. Akan tetapi, menemukan ciplukan seolah menemukan emas di jaman sekarang. Hadirnya sudah menjadi langka.

Ciplukan memiliki nama latin Pysalis Angulata. Dia bisa tumbuh subur secara liar dimanapun. Baik itu area persawahan, maupun kebun warga.

Hadirnya yang bertumbuh di sembarang lahan membuat komoditas satu ini dipandang sebelah mata. Padahal, selain kaya manfaat, ciplukan kini harganya sudah mencapai langit. Predikat buah liar tak ada harganya kini sudah tidak berlaku lagi.

Buah ini memiliki rasa asam manis yang khas. Warnanya hijau kekuningan dan dibalut dengan kulit tipis. Kendati tumbuh secara serampangan di Indonesia, nyatanya ciplukan bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari negara tropis Amerika dan tersebar ke beberapa kawasan di Pasifik, Australia dan Asia. Ciplukan dapat tumbuh di dataran rendah atau di bawah pohon dengan kontur tanah yang agak lembab.

Di lembah Amazon, ciplukan dimanfaatkan sebagai pembersih darah, obat penenang, anti rematik dan bisa meredakan sakit telinga. Sementara itu, di Taiwan dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk diabetes, malaria, asma dan hepatitis.

Di Peru, daun Ciplukan digunakan untuk mengobati penyakit hati, hepatitis dan malaria. Sementara di Afrika Barat, ciplukan dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kanker.

Di Indonesia, ciplukan terkenal dengan nama yang berbeda setiap daerahnya. Misalnya di Sunda dikenal dengan nama cecenet. Di Madura, terkenal dengan nama nyornyoran, orang Bali mengenalnya dengan Keceplokan, dedes, atau leletep. Dan orang Minahasa menyebutnya dengan leletokan.

Meskipun tumbuh liar di tanah tak bertuan, buah ini memiliki khasiat yang luar biasa untuk berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung, demam, tekanan darah tinggi, asma, kanker payudara, menghilangkan kuning pada bayi baru lahir, menurunkan kolesterol, menambah darah, diabetes, penawar racun, epilepsy hingga kurap.

Baca Juga:

  1. Mengenal Bakteri Salmonella, Biang Keladi Kinder Joy Ditarik dari Pasar
  2. Konsumsi Susu Saat Puasa Ramadan, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh
  3. Mengapa Telur dan Kelinci Identik dengan Perayaan Paskah?

Mengapa ciplukan diburu dan berkhasiat? Sebab, menurut penelitian satu buah ciplukan terdiri dari antioksidan yang tinggi. Hal ini yang membuat ciplukan menjadi suplemen yang kaya nutrisi dan bisa berkhasiat mengobati berbagai penyakit.

Antioksidan dalam ciplukan ini diklaim mampu menetralkan radikal bebas dan dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Dalam ciplukan juga mengandung antiinflamasi yang bisa mengurangi nyeri radang sendi, nyeri otot, asam urat hingga wasir. Ciplukan juga bisa mengatasi rasa nyeri akibat penyakit lupus.

Ciplukan memiliki kalori lebih ringan, yakni 53 kalori per 100 gram. Ciplukan penyumbang nutrisi yang besar tanpa khawatir lemak. Ini tentunya baik bagi keseimbangan kolesterol dan jantung sehat.

Tak hanya buah ciplukan saja, akar dari pohon ciplukan juga bisa untuk mengobati demam dan obat cacing. Daunnya biasa digunakan orang-orang untuk mengobati patah tulang, bisul, dan juga borok.

Walaupun buah ciplukan kaya akan manfaat, namun harus dikonsumsi sesuai porsinya. Sebab, jika mengonsumsi terlalu banyak maka bisa menyebabkan orang yang makan tadi mabuk.

Dahulu, ciplukan pada zaman Romawi dikenal sebagai tumbuhan penyelamat. Sebab, ketika pertempuran Romawi melawan Iran yang berlokasi di Iran Selatan, banyak prajurit yang terluka parah.

Untuk mengobati lukanya, prajurit memakan buah ciplukan yang tumbuh liar di sana. Sementara itu, daunnya dipakai untuk membalut luka perang tadi. Daunnya dihaluskan dan ditempelkan pada luka prajurit.

Perlahan, lukanya cepat mengering dan sembuh. Para prajurit pun menyebutnya dengan tumbuhan Physalis yang artinya penyelamat.

Buah ciplukan yang mahal sesungguhnya sebanding dengan manfaatnya. Buah ini mengandung banyak senyawa aktif seperti saponim pada tunasnya, flavonoid pada daun dan tunas, polifenol dan fisalin pada buah, withangulation A pada buah, asam palmitat dan stearat pada biji, alkaloid pada akar, chlorogenik acid pada batang dan daun, tannin pada buah, kriptoxantin pada buah, dan vitamin C dan gula.

Dulu, buah yang dalam bahasa Inggris bernama Ground Cherry ini terlihat tak ada harganya. Namun kini, telah menjadi komoditi yang memiliki nilai jual yang terbilang tinggi. Di supermarket besar, bisa dijumpai buah ini dibandrol Rp200.000-Rp500.000 per kilo.

Meskipun harganya selangit dan manfaatnya tinggi, sayangnya hingga saat ini ciplukan masih tumbuh liar dan masih sedikit petani bahkan bisa dibilang, nyaris tidak ada yang membudidayakannya.

Continue Reading

Kesehatan-Kecantikan

Konsumsi Susu Saat Puasa Ramadan, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

Published

on

By

Ilustrasi Minum Susu

Hampir sebagian besar orang pasti menggemari susu. Tak hanya rasanya yang enak, ternnyata susu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terlebih mengkonsumsinya ketika puasa.

Sebaiknya susu diminum saat bulan puasa, terutama sebelum tidur atau setelah sahur menjelang imsak. Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi klinis RSCM, Fiastuti Witjaksono. Agar tetap sehat selama puasa Ramadan ada baiknya dibarengi dengan meminum susu.

Dalam webinar yang digelar Anlene pada beberapa waktu lalu Fiastuti mengatakan bahwa, “Karena susu itu fungsional yang bermanfaat untuk tubuh, terutama saat Anda berpuasa.”

Kandungan dalam susu seperti karbohidrat berupa laktosa, protein, lemak, dan mineral diketahui sangat berguna bagi tubuh manusia. Dalam satu gelas susu mengandung air hingga 86,5%, sehingga sangat baik mengkonsumsinya di kala puasa untuk memenuhi cairan tubuh seseorang.

Baca Juga:

  1. Ini Ragam Kelebihan Berpuasa, Ternyata Bisa Meningkatkan Daya Ingat Juga!
  2. Waspada! Inilah Ragam Bahaya Makan Pedas Saat Sahur & Buka Puasa
  3. Mengapa Gorengan Menjadi Hidangan Wajib Saat Buka Puasa?

“Sisanya ada laktosa, lemak, protein, dan vitamin,” tuturnya.

Sementara itu, bagi mereka yang alergi susu, dirinya menjelaskan bahwa bisa disiasati dengan memilih susu yang rendah laktosa. Misalnya mereka bisa meminum seperti susu kedelai dan juga susu almond. Ia turut menyebutkan pilihan lainnya dengan melatih usus agar bisa lebih toleran terhadap laktosa.

“Kita bisa latih supaya enzim laktase itu terbentuk sehingga saat minum susu dia tidak akan ada keluhan. Minum sedikit demi sedikit supaya enzimnya keluar kembali,” jelasnya.

Oleh sebab itu penting untuk umat muslim yang kini tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan agar tidak terlewat meminum susu. Hal tersebut agar kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi, dan juga hal lain sebagainya yang mendukung tubuh untuk tetap sehat.

Continue Reading

LATEST NEWS

Lifestyle20 jam ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView1 hari ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout1 hari ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis2 hari ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi2 hari ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya2 hari ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView2 hari ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 hari ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 hari ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Edukasi1 minggu ago

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid...

Internasional1 minggu ago

Mantan Presiden Rusia: AS Harus Merangkak & Memohon

Pernyataan kontroversial kembali dikeluarkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kali ini ia mengatakan untuk berdiskusi soal pengurangan senjata nuklir,...

Hangout1 minggu ago

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang? Bagi...

Kesehatan-Kecantikan1 minggu ago

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat...

Properti1 bulan ago

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala...

Properti1 bulan ago

Ayo Serbu, Ada Rumah Tapak Rasa Apartemen di Tanjung Barat

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan kalangan pengembang seiring perubahan tren dan lifestyle masyarakat perkotaan. Konsep hunian rumah tapak dengan desain...

Internasional1 bulan ago

Insiden Penembakan Maut di Sekolah Dasar Texas, 18 Anak & 3 Orang Dewasa Tewas

Para pejabat setempat mengatakan jumlah korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) (sebelumnya ditulis TK) di South Texas, Amerika Serikat...

Traveling2 bulan ago

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum ini...

Nasional2 bulan ago

Hampir Sembuh, Ade Armando Tak Sabar Kembali Berjuang

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) dan juga pegiat media sosial, Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April 2022...

Teknologi2 bulan ago

WhatsApp Rilis 11 Fitur Baru, Begini Cara Pakainya

Pada tahun 2022 ini Whatsapp akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang telah dimilikinya. Berbagai fitur tersebut diciptakan agar dapat meningkatkan...

Internasional2 bulan ago

Mengerikan, Begini Penampakan Kuburan Massal Rusia & Ukraina

Perang antara Rusia dengan Ukraina menyebabkan penderitaan bagi seluruh penduduknya, terutama warga sipil. Pihak Ukraina pun melaporkan di sekitaran ibu...

Nasional2 bulan ago

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenkes Siapkan 13.968 Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan guna mengantisipasi pemudik yang sakit atau memerlukan pertolongan medis secara cepat dan memadai....

Trending