Connect with us

Hangout

Kue Batang Buruk, Tercipta Karena Patah Cinta

Published

on

kue batang buruk

Ada satu kue terkenal di Provinsi Kepulauan Riau yang biasa disajikan pada acara-acara khusus termasuk pada Hari Raya Idulfitri.

Kue batang buruk namanya. Kue ini merupakan kue tradisional di Provinsi Kepulauan Riau. Meskipun namanya batang buruk, akan tetapi rupa kue ini tidak seburuk namanya. Rasanya lezat dan tampilannya unik. Ada kisah unik dari penamaan kue tradisional asal Bintan ini.

Terbuat dari tepung gandum dicampur dengan tepung beras dan tepung kelapa yang diuli, adonan dari kue ini kemudian dicampur dengan mentega dan sedikit air agar teksturnya lebih mengikat.

Setelah aneka tepung yang menyatu dalam adonan, kemudian adonan dipotong menjadi tiga bagian besar untuk diratakan. Setelah rata dan tipis, adonan kemudian dipotong-potong menjadi persegi panjang yang dibentuk menjadi beberapa bagian.

Biasanya, para pembuat kue ini akan menggunakan sebuah batang besi berbentuk silinder uuntuk menggulung adonan tipis persegi panjang tadi menjadi gulungan berongga di bagian tengah.

Kemudian gulungan berongga tadi digoreng di minyak panas dan tiriskan. Setelah dingin, kue dimasukkan ke adonan berisi campuran serbuk kacang hijau goreng, gula halus dan susu bubuk atau susu kental manis.

Kisah Menarik di Balik Kue Batang Buruk

Kendati berukuran kecil, kue ini memiliki sejarah yang menarik. Dikutip dari situs Balai Pelestarian Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kue batang buruk ini sudah eksis sejak empat abad silam.

Baca Juga:

  1. Kue Padamaran, Si Hijau Khas Jambi yang Menggugah Selera di Bulan Puasa
  2. Geplak, Kue Khas Betawi yang Kini Mulai Langka dan Dirindukan
  3. Resep Kue Nastar yang Lembut dan Anti Gagal

Hal ini bermula dari kisah cinta Wan Sendari, seorang putri sulung Baginda Raja Tua yang memerintah Kerajaan Bintan sekitar 450 tahun silam.

Saat itu, Wan Sendari jatuuh cinta kepada seorang pemuda gagah rupawan, namanya Raja Andak dengan gelarnya Panglima Muda Bintan. Akan tetapi, sang putri justru patah hati sebab sang pujaan hati lebih memilih adik kandungnya sendiri, Wan Inta.

Mengusir kegalauannya, sang putri yang patah hati tersebut menyibukkan diri dengan coba-coba resep masakan baru di dapur istana kerajaan bersama dengan para dayangnya. Hasilnya, Wan Sendari berhasil menciptakan sebuah kue ringan yang unik, dimana jika digigit, kue tersebut akan hancur berderai dalam mulut.

Wan Sendari yang menyadari kue buatannya berhasil, lalu memohon kepada sang raja yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Dia memohon agar kue tersebut bisa disajikan untuk lingkungan istana, termasuk tamu kerajaan yang datang ke kerajaan nantinya.

Atas permintaan tulus sang putri, Baginda Raja Tua akhirnya mengabulkannya. Pada suatu hari dimana Baginda Raja Tua menggelar pertemuan dengan seluruh petinggi kerajaan, kue buatan khas Wan Sendari disajikan. Di antara para tamu tadi, hadirlah Raja Andak, lelaki idaman sang puteri.

Ketika tiba waktunya, sang raja kemudian mempersilakan para tamu mencicipi kue buatan putri kesayangannya tadi. Para tamu pun antusias segera melahap kue yang mengundang selera itu.

Sayangnya ketika sedang menikmati kue, mendadak mereka harus menahan malu. Lantaran kue-kue yang sudah lumat di dalam mulut para tamu mendadak berjatuhan.

Serpihan kue tadi berserak dan tercecer ke pakaian kebesaran para tamu. Mereka pun merasa malu dan menunduk menahan malu sebab merasa kerepotan memakan kue buatan sang putri.

Akan tetapi, tidak demikian dengan Raja Andak. Hanya panglima muda ini saja yang memakan kue dengan tenang, tanpa satu pun serpihan kue yang mengotori baju kebesarannya.

Rupanya Panglima Muda Bintan memegang teguh filosofi di Kerajaan Bintan. “Biar pecah di mulut asal jangan pecah di tangan,” begitu bunyi filosofi yang berkembang saat itu. Ini menggambarkan bagaimana seorang bangsawan mempunyai etika pada saat makan. Tak terkecuali ketika sedang mencicipi sebuah kudapan. 

Apabila seseorang bangsawan terburu-buru dan ceroboh ketika makan atau mencicipi penganan, maka mencerminkan betapa buruknya tingkah laku bangsawan tersebut.

Ternyata melalui kue ini pula Wan Sendari membuktikan kepada dirinya bahwa ia tidak salah dalam memilih pria idaman meski pada akhirnya hanya bertepuk sebelah tangan.  

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hangout

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Published

on

Museum PETA

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia.

Sejarah perjuangan yang telah dilakukan oleh para pejuang Tanah Air dapat wisatawan ketahui di museum yang satu ini. Terlebih tentang sejarah PETA (Pembela Tanah Air) itu sendiri yang menjadi cikal bakal lahirnya TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Presiden Republik Indonesia yang ke-2 H. M. Soeharto telah meresmikan museum PETA pada tanggal 18 Desember 1995. Sementara untuk peletakan batu pertamanya dilakukan oleh sesepuh YAPETA (Yayasan Pembela Tanah Air), Umar Wirahadikusumah.

Museum ini dibangun dengan tujuan untuk sebagai bentuk penghargaan terhadap manatan tentara PETA yang dahulu sudah berjuang. Diketahui, Bogor terpilih menjadi lokasi berdirinya museum ini karena kota ini menjadi pusat latihannya tentara PETA.

Baca Juga:

  1. Uniknya Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Punya Bioskop & 44 Ribu Koleksi Film
  2. Museum Kerinci: Mengorek Sejarah di Atap Sumatera
  3. Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Patung Jenderal Sudirman yang berada di sisi sebelah kanan akan menyambut wisatawan yang datang ke museum ini. Kemudian di sisi kanan dan kiri pintu masuk pun terdapat relief-relief yang menghiasi.

Relief tersebut pun bukan tanpa maksud, melainkan menggambarkan kegiatan para tokoh PETA. Antara lain mulai dari perekrutan, pendidikan tentara PETA berikut tokoh-tokoh PETA di Blitar dan Magelang.

Sementara itu untuk tarif masuk ke lokasi ini juga begitu terjangkau, yakni hanya dengan Rp10 ribu saja per orangnya. Pengunjung dapat menelusuri ruangan museum yang terbagi menjadi dua bagian. Untuk lokasinya sendiri tidak jauh dari Istana Bogor, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman No.35.

Di mana berisi diorama dengan aneka peristiwa yang terjadi terkait dengan PETA untuk bagian sisi kiri museum. Sedangkan dibagian kanannya, pengunjung dapat melihat koleksi senjata serta perlengkapan tentara PETA.

Continue Reading

Hangout

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Published

on

roti gambang

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang?

Bagi generasi Z mungkin mereka lebih akrab dengan pizza atau roti-roti ala Barat tapi tidak dengan gambang. Padahal roti gambang ini merupakan makanan khas Indonesia.

 Tepatnya roti ini menjadi bagian budaya masyarakat Betawi dan Semarang. Panganan ini juga masih bisa kita temui di dua daerah itu.

Mungkin karena dianggap legendaris, pada awal Mei ini CNN memasukkan roti gambang dalam daftar 50 roti terbaik di dunia. Roti ini sejajar dengan Biskuit dari Amerika Serikat, Appam (Sri Lanka), Gyeran-ppang (Korea Selatan), Tortillas (Meksiko), Roti canai (Malaysia), Kare pan (Jepang), Paratha (India), Baguette (Prancis), Pai bao (Hong Kong).

Kisah Roti Gambang

Menurut cerita, roti ini dipercaya sudah ada sejak zaman kolonial. diceritakan dulu ada sebuah perusahaan roti di Batavia yang dibuat orang Belanda.

Ia kemudian memilih bentuk roti yang mirip dengan bilah-bilah alat musik gambang kromong asal Betawi. Karena mirip dengan alat musik itulah roti ini diberi nama roti gambang.

Dari Betawi, roti ini berkembang ke Semarang. Jika di Betawi disebut roti gambang, di Semarang roti ini disebut roti ganjel rel. Penamaan ini mengacu pada bentuk dan tekstur roti yang tebal seperti bantalan rel.

Saat Belanda menjajah Indonesia, roti ini memang menjadi menu sarapan mereka, khususnya Belanda yang tinggal di Betawi dan Semarang.

Ketika Indonesia merdeka, orang Indonesia berusaha meniru pembuatan roti ini. Tentu dengan sejumlah modifikasi. Misalnya mereka mengganti tepung terigu dengan tepung gaplek.

Di tangan orang Indonesia, aroma roti juga diubah. Misalnya mereka menggunakan berbagai rempah khas tanah air seperti kapulaga, kayu manis, dan berbagai rempah lainnya yang kemudian dicampur dengan gula, tepung, dan telur.

Baca Juga:

  1. Roti Djoen, Toko Roti Legendaris Yogya yang Sudah Ada Sejak Tahun 1935
  2. Simak, Sejarah Roti Cinnamon Roll Asal Swedia Menjadi Favorit Dunia
  3. Lezat! 3 Menu Roti dan Telur Ini Mengenyangkan dan Padat Nutrisi

Adapun tekstur roti gambang yang padat membuat makanan ini cocok menjadi menu sarapan karena sifatnya yang mengenyangkan.

Di Jakarta, kita bisa menjumpai roti dini di toko Roti Lauw dan Roti Tan Ek Tjoan. Sementara di Semarang, roti ini salah satunya bisa kita jumpai di Toko Oen Semarang.

Menurut Budayawan Betawi Yahya Adi Saputra, jika dilihat kembali pada masa kolonial, banyak perusahaan roti di Batavia (sekarang Jakarta), yang menggunakan bentuk menyerupai bilah pada Gambang Kromong.

Roti Gambang di Betawi biasa dihidangkan ketika pagi hari sebelum memulai aktivitas. Yahya mengaku semasa kecil, orang tuanya kerap membekali dirinya dengan roti ini untuk bekal sekolah. Tapi karena keras dan mengenyangkan, ia hanya mampu makan setengah dan setengahnya dihabiskan di rumah.

Menurut Jenny Megaradjasa, pemilik toko Oen Semarang, Roti Ganjel Rel itu berasal dari roti Belanda yang namanya Ontbijtkoek. Ia menduga kemungkinan besar resep roti Belanda ini merupakan akulturasi Indonesia dan Belanda.

“Roti ini dibuat dengan rempah-rempah dari Indonesia, seperti kapulaga, manis jangan, dan macam-macam rempah Indonesia, dicampur dengan tepung terigu, gula, dan telur,” ujar Jenny.

Roti gambang atau roti ganjel rel terkenal akan cita rasanya yang manis dan teksturnya kasar dengan warna cokelat dan taburan wijen di punggungnya.

Continue Reading

Hangout

Pasar Cimol Gedebage, Pusatnya Baju Bekas Bermerek di Bandung

Published

on

By

Ilustrasi Pasa Cimol Gedebage

Saat ini anak muda tengah mengandrungi berburu pakaian bekas atau THIRIFTING. Bandung memiliki pusat ngethrift ini, yakni Pasar Induk Gedebage.

Tempat ini menawarkan banyak baju bekas dengan berbagai jenis merek dan ukuran. Kondisi baju yang masih terbilang layak pun membuatnya menyandang predikat preloved yang merupkan nama lain dari baju bekas.

Pakaian tersebut masih diburu karena menyandang brand terkenal dan didatangkan secara impor, meskipun kondisinya bekas. Pasar Induk Gedebage yang ditempati oleh para pedagang juga disebut dengan Pasar Cimol Gedebage.

Hal ini dikarenakan pada pertengahan tahun 2000-an, para pedagang awalnya adalah pindahan para PKL di Cibadak, Kota Bandung atau Cibadak Mall disingkat Cimol.

Baca Juga:

  1. Pasar Ah Poong, Wisata Mengambang Asal Bogor & Surganya Kuliner Tak Lazim
  2. Pasar Cigondewah, Pusatnya Belanja Kain Kiloan di Bandung
  3. Inilah Pasar Cikurubuk, Pasar Terbesar di Jawa Barat

Untuk lokasinya sendiri, Pasar Cimol Gedebage ini berada dekat pasar induk, tepatnya di belakang terminal Gedebage. Akan tetapi beberapa pedagang ada juga yang meluber disepanjang jalan pasa induk.

Adanya lahan parkir teratur, serta penempatan blok membuat siste Pasar Cimol Gedebage sudah terbilang cukup tertib. Kesan kotor, becek, kumuh dan sebagainya pun tidak nampak dari pasar ini karena para pedangan yang tertatat dengan rapih.

Mengutip dari laman merahputih.com pada Kamis (21/4/2022) salah satu pembeli yang merupakan seorang mahasiswa mengatakan bahwa, “Dulu sih iya bayangan saya kalau Cimol itu kotor tempatnya, tapi ternyata enggak. Saya juga sering ke pasar Cimol, terhitung sebulan dua kali ada.”

Pedagang Cimol di Gedebage juga terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Brand Brand cimol Gedebage yang terus tumbuh pun membuatnya melahirkan julukan surganya pakaian bekas dengan berbagai merek ternama.

Continue Reading

LATEST NEWS

Lifestyle20 jam ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView1 hari ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout1 hari ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis2 hari ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi2 hari ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya2 hari ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView2 hari ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 hari ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 hari ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Edukasi1 minggu ago

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid...

Internasional1 minggu ago

Mantan Presiden Rusia: AS Harus Merangkak & Memohon

Pernyataan kontroversial kembali dikeluarkan oleh Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Kali ini ia mengatakan untuk berdiskusi soal pengurangan senjata nuklir,...

Hangout1 minggu ago

Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia

Cityzen punya bayangan yang jelas apa itu roti? Namun, pernahkah Cityzen -terutama anak-anak muda generasi Z- mendengar atau mencicipi roti gambang? Bagi...

Kesehatan-Kecantikan1 minggu ago

Dilegalkan di Thailand, Ini Ragam Efek Ganja bagi Tubuh

Kini ganja telah menjadi barang legal di Thailand. Seusai pelegalan itu, bahkan Bangkok menggelar pameran ganja dan rami 360 derajat...

Properti1 bulan ago

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala...

Properti1 bulan ago

Ayo Serbu, Ada Rumah Tapak Rasa Apartemen di Tanjung Barat

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan kalangan pengembang seiring perubahan tren dan lifestyle masyarakat perkotaan. Konsep hunian rumah tapak dengan desain...

Internasional1 bulan ago

Insiden Penembakan Maut di Sekolah Dasar Texas, 18 Anak & 3 Orang Dewasa Tewas

Para pejabat setempat mengatakan jumlah korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) (sebelumnya ditulis TK) di South Texas, Amerika Serikat...

Traveling2 bulan ago

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka. Museum ini...

Nasional2 bulan ago

Hampir Sembuh, Ade Armando Tak Sabar Kembali Berjuang

Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) dan juga pegiat media sosial, Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April 2022...

Teknologi2 bulan ago

WhatsApp Rilis 11 Fitur Baru, Begini Cara Pakainya

Pada tahun 2022 ini Whatsapp akan memperkenalkan sejumlah fitur baru yang telah dimilikinya. Berbagai fitur tersebut diciptakan agar dapat meningkatkan...

Internasional2 bulan ago

Mengerikan, Begini Penampakan Kuburan Massal Rusia & Ukraina

Perang antara Rusia dengan Ukraina menyebabkan penderitaan bagi seluruh penduduknya, terutama warga sipil. Pihak Ukraina pun melaporkan di sekitaran ibu...

Nasional2 bulan ago

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenkes Siapkan 13.968 Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan 13.968 fasilitas kesehatan guna mengantisipasi pemudik yang sakit atau memerlukan pertolongan medis secara cepat dan memadai....

Trending